Oxford Tumbangkan Southampton di Kassam

Mills meluapkan kegembiraannya usai memberikan kemenangan kepada Oxford. Foto: via BBC

edisiana.com – Oxford United membuktikan satu hal: tanpa pelatih pun mereka tetap bisa menggigit. Klub milik Erick Thohir itu tampil penuh nyali dan sukses menumbangkan Southampton 2-1 di Stadion Kassam, Jumat malam. Tiga poin yang terasa seperti pernyataan keras.

Laga baru berjalan 10 menit, drama sudah meletup. Southampton merasa dirampok penalti.

Scienza melesat masuk kotak terlarang dan terjatuh saat dikepung dua bek Oxford. Stadion menahan napas. Namun wasit Leigh Doughty bergeming. Tidak ada penalti. Kontroversi pertama malam itu.

Justru Oxford yang lebih dulu menghantam. Berawal dari sundulan sapuan Harwood-Bellis yang tak sempurna, bola jatuh manis ke kaki Tyler Goodrham.

Tanpa ragu, sang gelandang melepas tembakan roket dari luar kotak penalti. GOOOL! Kassam meledak. Oxford unggul, di luar dugaan.

Saints tak butuh waktu lama untuk membalas. Lima menit berselang, Scienza menebus kegagalannya. Tendangan bebas dari sisi kanan meluncur presisi ke kepala Harwood-Bellis, yang kali ini tak salah sasaran. Sundulan keras, skor imbang 1-1.

Babak kedua dimulai dengan Oxford tampil lebih lapar. Przemyslaw Placheta hampir membawa tuan rumah kembali memimpin lewat sepakan dari tepi kotak penalti, tapi Gavin Bazunu tampil bak tembok dengan penyelamatan kelas dunia.

Peluang emas datang setelah menit ke-60. Mills melakukan aksi individu memukau di sisi kiri, melewati dua pemain sebelum mengirim umpan ke Nik Prelec. Sayang, sang penyerang kehilangan momen—terlalu memaksakan langkah, bola pun berlalu begitu saja.

Oxford seharusnya bisa mengunci laga lebih cepat. Siriki Dembélé dijatuhkan di dalam kotak penalti, tapi lagi-lagi wasit berkata tidak. Protes mengudara, keputusan tak berubah.

Dan saat ketegangan memuncak, Kassam akhirnya bergemuruh. Di menit-menit akhir, Mills muncul sebagai pahlawan. Gol keduanya musim ini lahir di saat paling krusial, memastikan kemenangan dramatis Oxford United.

Tanpa pelatih. Tanpa kompromi. Oxford United menundukkan Southampton dan menegaskan: semangat tak butuh instruksi.

Pjs. pelatih Oxford, Craig Short, mengatakan ia memberikan penegasan kepada pemain untuk mendapat hasil yang bagus. Karena itu ia meminta penyelamatan penting  terutama di menit-menit terakhir.

“Anda tidak bisa bermain melawan tim-tim papan atas ini tanpa bertahan, jika Anda kebobolan dari bola mati seperti yang terjadi pada kami, maka harus bertahan selama beberapa menit berikutnya dan sampai ke babak pertama,” jelasnya dikutip dari BBC.(maq)

Exit mobile version