Spurs Dihabisi PSG 5-3 dalam Drama Delapan Gol

Pemain Spurs Richarlison sempat memberikan harapan kepada timnya saat unggul duluan. Foto: via BBC

edisiana.com – Di Parc des Princes yang mendidih, sang juara bertahan Paris Saint-Germain menghajar Spurs 5-3 dalam duel gila yang dipenuhi emosi, tensi, dan gol-gol spektakuler ala film aksi blockbuster.

Spurs sejatinya sempat membuat publik Paris terdiam. Tim asuhan Thomas Frank tampil berani, bahkan lebih dulu menusuk lewat Richarlison pada menit ke-35. Sundulan jarak dekatnya membuat Vicario tersentak dan memberikan harapan manis bagi para pendukung Spurs.

Tapi PSG tidak akan membiarkan babak pertama berakhir dengan kepala tertunduk. Detik-detik terakhir sebelum turun minum, Vitinha melepaskan tendangan kaki kanan yang melengkung indah—sebuah roket yang membuat gawang Vicario nyaris bergetar karena dahsyatnya.

BACA JUGA:  Mbappé Pindah Antara Madrid dan Liverpool

Laga baru berjalan lima menit di babak kedua ketika Randal Kolo Muani, dengan rasa sakit masa lalu melawan klub induknya, melesakkan bola ke gawang dan membawa Spurs unggul lagi. Namun gol itu justru menjadi pemantik badai merah-biru dari Paris.

PSG lalu mengamuk—TIGA GOL dalam 12 MENIT!

Vitinha, yang sedang berada di alam semesta sepak bolanya sendiri, memproduksi gol cantik lainnya. Kali ini memakai kaki kirinya untuk menyamakan skor.

Spurs makin limbung ketika Pape Matar Sarr kehilangan bola di area berbahaya, dan Fabian Ruiz tanpa ampun menghukum kesalahan itu dengan gol yang membawa PSG unggul untuk pertama kalinya.

BACA JUGA:  Bayern Jaga Jarak dengan Juara Bertahan

Tak berhenti di situ, Willian Pacho memanfaatkan kekacauan di lini belakang Spurs untuk menggedor gawang Vicario lagi, membuat skor menjadi 4-2.

Spurs sempat hidup kembali lewat aksi magis Kolo Muani pada menit ke-72, mengubah skor jadi 4-3 dan membuat laga kembali panas.

Tapi harapan itu langsung dipadamkan. Empat menit kemudian, tangan Cristian Romero menyentuh bola di kotak penalti, dan siapa lagi kalau bukan Vitinha, sang bintang malam itu, yang mengeksekusi penalti dengan dingin untuk melengkapi hattrick sensasionalnya.

Drama belum berhenti. PSG harus bermain dengan 10 orang setelah Lucas Hernandez diusir keluar karena menyikut Xavi Simons di waktu tambahan. Namun itu tidak mengubah apapun. PSG sudah terlalu perkasa.

BACA JUGA:  Benzema Dituduh Memeras Teman Timnas

Menukil BBC, ini kekalahan kedua bagi Spurs. Akhir pekan kemarin mereka kalah dalam derby London utara oleh Arsenal, tetapi kini tidak cukup untuk menahan PSG.(maq)