West Ham Terpuruk, Krisis Kepercayaan Kian Dalam Usai Kekalahan dari Wolves

Larsen saat mencetak gol kemenangan untuk Wolves. Foto: via BBC

edisiana.com – West Ham United tengah berada dalam krisis kepercayaan yang mendalam. Tim asuhan Graham Potter kembali menelan kekalahan, kali ini dari tuan rumah Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-3 dalam laga putaran kedua Carabao Cup yang digelar Rabu dini hari tadi di Molineux Stadium.

Hasil ini memperpanjang catatan buruk West Ham sejak awal musim. Mereka belum meraih satu pun kemenangan dan datang ke pertandingan ini dengan beban delapan gol yang bersarang dalam dua laga pembuka Liga Primer Inggris.

Di bawah kendali Graham Potter, The Hammers baru memenangkan lima dari 21 pertandingan yang telah dipimpinnya.

Situasi ini kian memperkeruh posisi Potter di kursi pelatih, terutama mengingat pendahulunya, Julen Lopetegui, juga hanya diberi 22 pertandingan sebelum dipecat pada Januari lalu. Dengan Potter kini menyentuh jumlah pertandingan yang sama, tekanan terhadapnya pun semakin besar.

Jalannya laga menunjukkan gejala yang sama: performa yang tidak stabil. West Ham butuh 25 menit untuk menciptakan peluang berbahaya, ketika tembakan Tomas Soucek digagalkan oleh kiper Sam Johnstone, disusul upaya Jarrod Bowen yang juga berhasil ditepis.

Wolves akhirnya membuka keunggulan melalui Rodrigo Gomes menjelang akhir babak pertama. Sebelumnya, mereka hampir mencetak gol lewat penalti Hwang Hee-chan yang membentur tiang gawang. Penalti tersebut diberikan setelah Guido Rodriguez menjatuhkan Jean-Ricner Bellegarde di kotak terlarang.

West Ham sempat bangkit di babak kedua. Sundulan Soucek dan gol dari Lucas Paqueta—yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Wolves usai umpan silang Bowen—membuat tim tamu unggul 2-1 di menit ke-63.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Penyerang Wolves, Strand Larsen, menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol dalam dua menit untuk membalikkan keadaan dan mengantarkan Wolves pada kemenangan pertama mereka musim ini.

Usai laga, manajer Wolves Vitor Pereira memuji penampilan Larsen dan menanggapi rumor yang mengaitkan sang pemain dengan kepindahan ke klub lain.

“Jika itu keputusan saya, tentu saja dia bertahan. Dia pemain yang sangat penting. Dia punya karakter. Tapi saya tahu pikirannya sedang dipenuhi berbagai kabar dan rumor,” ujar Pereira dikutip dari BBC.

Bagi West Ham, kekalahan ini bukan sekadar tersingkir dari kompetisi, tetapi juga sinyal bahwa kepercayaan terhadap Graham Potter terus menipis. Jika tak segera menemukan solusi, krisis ini bisa berujung pada keputusan yang sama seperti pendahulunya.(maq)

Exit mobile version