edisiana.com — Malam kelam menyelimuti Uruguay. Tim yang pernah dua kali menjuarai Piala Dunia harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol di Stadion Akron, Sabtu pagi.
Satu-satunya gol yang dicetak Alex Baena pada babak pertama menjadi pembeda sekaligus menghukum kesalahan fatal kiper veteran Fernando Muslera. Blunder sang penjaga gawang membuat La Roja mendapatkan momentum yang akhirnya menentukan nasib Uruguay.
Bagi Muslera, laga ini menjadi salah satu malam paling menyakitkan dalam kariernya. Kesalahan yang berujung gol, disusul penarikannya pada babak pertama, menjadi simbol rapuhnya penampilan Uruguay di turnamen kali ini.
Situasi semakin memburuk selepas jeda. Uruguay kehilangan kendali permainan hingga laga ditutup dengan tekel keras Agustín Canobbio yang menghantam Pau Cubarsí. Insiden tersebut memicu ketegangan dengan wasit dan menjadi gambaran frustrasi yang menyelimuti kubu Marcelo Bielsa.
Di sisi lain, Spanyol sebenarnya memiliki peluang untuk menambah keunggulan. Dani Olmo melepaskan tembakan yang melambung. Sementara Ferran Torres nyaris menggandakan skor setelah sepakannya membentur mistar gawang. Meski gagal mencetak gol kedua, kemenangan tetap menjadi milik tim asuhan Luis de la Fuente.
Hasil ini memastikan Spanyol melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim unggulan dan kini bersiap menghadapi runner-up Grup J.
Sebaliknya, masa depan Marcelo Bielsa mulai dipenuhi tanda tanya. Uruguay harus angkat koper setelah menelan dua kekalahan beruntun di fase grup, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi bagi negara yang pernah dua kali mengangkat trofi Piala Dunia.
Di tengah drama tersebut, kisah indah justru datang dari Tanjung Verde. Tim debutan itu berhasil menciptakan sejarah dengan lolos ke babak 32 besar meski hanya mengumpulkan tiga poin.
Mereka memanfaatkan hasil-hasil lain yang menguntungkan untuk mengamankan tiket ke fase gugur. Sebuah pencapaian luar biasa yang menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.(maq)
