edisiana.com – Pelatih Rumania Edward Iordanescu membantah bermain mata dengan Slovakia setelah berlaga dengan skor akhir 1-1. Keduanya kini sama-sama lolos ke babak sistem gugur.
Kompleksitas Grup E, di mana keempat tim mengumpulkan tiga poin setelah dua pertandingan. Artinya masing-masing satu poin sudah cukup untuk apa pun yang terjadi di pertandingan lain antara Belgia dan Ukraina.
Slovakia memimpin dengan sundulan Ondrej Duda. Tapi Rumania menyamakan kedudukan berkat penalti Razvan Marin setelah pelanggaran terhadap Ianis Hagi.
Kedua tim memiliki peluang lebih lanjut dalam pertandingan yang sebagian dimainkan dalam badai petir besar.
Rumania finis di puncak dengan unggul empat poin atas Belgia, yang bermain imbang 0-0 dengan Ukraina. Karena mencetak lebih banyak gol di grup. Sementara Slovakia maju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Ini adalah pertama kalinya dalam 24 tahun Rumania mencapai babak sistem gugur Kejuaraan Eropa. Mereka menghidupkan kembali kenangan akan tim-tim hebat mereka di masa lalu.
Iordanescu bangga terhadap generasi baru, dengan mengatakan bahwa mereka telah memulihkan semangat Rumania. Tapi ia jelas gelisah karena ada yang mengira timnya akan bermain imbang.
“Saya yakin sudah jelas bahwa kedua tim memberikan segalanya selama 80 menit,” kata Iordanescu seperti dilansir ESPN pada hari Kamis ini.
“Semua orang memberikan yang terbaik. Berbicara sebelum pertandingan dan melontarkan kata-kata kotor kepada tim dan para pemain serta terhadap pekerjaan dan martabat kami adalah hal yang memalukan,” tegasnya.
“Mereka seharusnya menunggu dan melihat lalu menghakimi kami, jadi ini memalukan, tidak baik,” ucapnya mengulangi lagi.
“Kami menunjukkan bahwa kami memiliki karakter. Rumania selalu berjuang dengan karakter dan jika kami kalah dan pulang, kami akan pulang tetapi dengan harga diri yang utuh,” sambungnya.
Iordanescu tidak menuding siapa pun secara khusus, namun mantan pemain Rumania Danut Lupu telah membuat keributan.
Dia mengatakan hasil imbang telah direncanakan dan tidak ada gunanya mengambil risiko kekalahan.
Statistik tidak menunjukkan bahwa kedua tim tidak akan meraih kemenangan karena Slovakia mencatatkan 13 percobaan gol. Sedangkan sembilan percobaan gol Rumania, sembilan di antaranya tepat sasaran.
Iordanescu mengatakan, baru di 10 menit terakhir timnya bermain untuk mengamankan hasil imbang. Menurut dia, Rumania tampil mengesankan di turnamen ini, begitu pula para penggemarnya yang bersemangat yang merayakannya dengan meriah pada hari Rabu malam.
“Hampir seluruh stadion berwarna kuning. Mereka sangat dekat. Mereka mengikuti kami di stasiun kereta, di hotel, saat kami melakukan perjalanan, latihan, saat kami kembali ke hotel,” kata Iordanescu.(maq)










