Pelatih Brasil di Ujung Tanduk

Dorival dan pemain Brasil setelah tersingkir dari Copa America. Foto: via ESPN

edisiana.com – Gara-gara dihajar Argentina, pelatih  Brasil Dorival Junior berada di ujung tanduk. Sebab Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) sedang membahas masa depan.

Kekalahan Brasil 4-1 dari Argentina dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 pada hari Rabu kemarin telah memicu reaksi cepat dari presiden CBF Ednaldo Rodrigues.

Melansir ESPN, penampilan buruk di Buenos Aires tersebut telah mendorong Rodrigues untuk mempercepat pertemuan tatap muka dengan staf pelatih.

Dalam laporan itu menerangkan sang pelatih belum diberitahu mengenai urgensi apa pun mengenai masa depannya atau kemungkinan kepergiannya.

Di dalam CBF, beberapa nama tengah dibicarakan sebagai calon pengganti. Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti, yang sebelumnya diincar Brasil untuk posisi pelatih, bersama dengan Filipe Luis dari Flamengo dan Jorge Jesus, yang saat ini menangani Al Hilal, dianggap sebagai kandidat terdepan.

BACA JUGA:  Busyet! Ditawari Gaji Rp80 M, Mbappe Bertahan di PSG

Dorival baru mengambil alih pada Januari 2024, menggantikan Fernando Diniz setelah Brasil mengawali kualifikasi Piala Dunia dengan buruk.

Namun, Dorival, yang meninggalkan Sao Paulo untuk mengambil alih peran tersebut, telah berjuang untuk mengembalikan kejayaan juara Piala Dunia lima kali itu.

Brasil tersingkir dari Copa America musim panas lalu di babak perempat final melawan Uruguay.

Setelah kekalahan telak hari Rabu kemarin dari rival bebuyutannya Argentina, Brasil berada di posisi keempat dalam klasemen kualifikasi Piala Dunia Amerika Selatan.

BACA JUGA:  Kiper Schalke Lahir Kembali: Dari Bayang-Bayang Anfield ke Pilar Kebangkitan Die Königsblauen

Enam tim teratas akan lolos otomatis ke kompetisi 2026 di AS, Kanada, dan  Meksiko.

“Selalu ada banyak tekanan, tetapi saya tidak pernah lari dari tanggung jawab saya.Saya menyadari apa arti kekalahan ini dan semua yang telah terjadi,” ujar Dorival selepas kalah dari Argentina.

“Saya benar-benar percaya pada pekerjaan saya, pada pengembangan proses ini. Ini adalah proses yang rumit dan sulit, tetapi saya yakin kita akan menemukan jalan keluarnya,” tambahnya.

Ia mengakui selama pengalaman di bola, kekalahan atas Argentina itu merupakan kekalahan paling sulit.

BACA JUGA:  Performa Skuadnya Buruk, Bos Bristol Dipecat

“Selama bertahun-tahun saya berkecimpung di dunia sepak bola, ini mungkin momen yang paling sulit bagi saya. Namun, saya tidak pernah menyerah,” tutup dia.(maq)