edisiana.com – Kolo Toure yang baru ditunjuk sebagai manajer Latics pada November 2022 dipecat oleh manajemen Wigan pada Kamis kemarin.
Adik Yahya Toure itu hanya menjabat sebagai pelatih 59 hari dengan masa kontrak tiga setengah tahun.
Mantan pemain Manchester City itu ditugaskan untuk membawa klub keluar dari zona degradasi. Tapi justru malah lebih buruk.
Timnya sekarang berada di bawah Championship dan empat poin dari zona aman.
Wigan hanya mengklaim dua poin dari tujuh pertandingan liga di bawah Toure dan tersingkir dari piala FA. Karena kalah di putaran ketiga melawan Kota Luton.
Selama masa jabatannya yang singkat, tim hanya mencetak delapan gol dan kebobolan 21. Bahkan menderita tiga kekalahan 4-1 berturut-turut.
“Sayangnya, hasil di lapangan tidak seperti yang kami inginkan dan keputusan sulit seperti ini, Dewan merasa perlu memberi kami kesempatan terbaik untuk tetap menjadi klub Championship musim depan,” kata Malachy Brannigan, Kepala Eksekutif Wigan dikutip dari Metro Sports pada hari ini.
Dia juga mengakui sepanjang tahun ini adalah periode kunci untuk setiap klub sepak bola, termasuk timnya sendiri.
Oleh karena itu, ia menambahkan, sekarang akan bekerja dengan cepat dan efektif untuk memastikan orang yang tepat ditunjuk sebagai manajer permanen Wigan Athletic berikutnya.
“Dengan tujuan segera untuk tetap berada di Tingkat Kedua untuk musim depan,” ujarnya.
Kepelatihan Toure ini adalah awal karir manajerial bekas pemain Arsenal itu yang menikmati karir bermain gemilang sebagai pemain di Inggris.
Dia mulai bermain di Arsenal pada tahun 2002 di mana ia tampil sebanyak 326 kali, memenangkan Liga Premier dan dua Piala FA serta mencapai final Liga Champions 2006.(maq)
