edisiana.com – Di kandang sendiri, Manchester City justru dipermalukan Bayer Leverkusen dengan skor 0-2 dalam laga Liga Champions dini hari tadi—hasil yang mengguncang atmosfer Manchester.
Pep Guardiola memilih untuk tidak menurunkan Erling Haaland maupun Donnarumma sejak menit awal, sebuah keputusan yang langsung memicu bisik-bisik di tribun.
Namun alasan apa pun tak bisa menutupi fakta pahit: City tak bertaji, Leverkusen menggigit lebih keras.
Tim tamu membuka keran gol pada menit ke-23 lewat sebuah serangan balik yang begitu klinis ala Bundesliga.
Ibrahim Maza meluncurkan umpan silang dari kanan, Christian Kofane menyodorkannya ke Grimaldo, dan sang bek kiri tanpa ampun menembakkan bola ke gawang Trafford. 0-1, hening di Etihad.
City coba membalas, tetapi minim intensitas. Flekken tampil seperti tembok baja, menggagalkan umpan berbahaya Oscar Bobb dan menepis tendangan jarak jauh Tijjani Reijnders menjelang jeda.
Babak kedua dimulai dengan Guardiola memasukkan Phil Foden, Nico O’Reilly, dan Jérémy Doku, namun tempo City tetap tumpul. Justru Leverkusen kembali mengiris pertahanan tuan rumah.
Menit ke-54, Patrik Schick mengelabui Ake dan menanduk umpan silang Maza menjadi gol kedua. Sundulan indah, tak terjangkau Trafford. City terdiam, Leverkusen berpesta.
Masuknya Haaland Tak Mengubah Takdir
Haaland akhirnya masuk saat laga berjalan satu jam. Ia langsung mencoba meneror lini belakang Leverkusen, mengejar umpan terobosan Foden, namun Flekken keluar dengan timing sempurna—lagi-lagi menjadi mimpi buruk City.
Tekanan City meningkat, tetapi tembok pertahanan Leverkusen justru makin solid. Jarell Quansah, eks Liverpool, tampil tanpa celah.
Haaland menembak melebar, tendangan bebasnya diblok Cherki, dan waktu terus berlari menuju frustrasi.
Tidak ada “mukjizat Etihad” kali ini. City tampak kehilangan agresi, kreativitas, dan—yang paling menyakitkan—kepercayaan diri.
Melansir ESPN, ,Leverkusen pulang membawa tiga poin dan sorotan headline, sementara City hanya bisa menatap papan skor yang terasa dingin: 0-2.
Malam kelabu untuk Guardiola. Malam penuh euforia bagi Leverkusen.(maq)







