edisiana.com – Pierre-Emerick Aubameyang kembali menghantui Newcastle United—dan kali ini di panggung terbesar. Sang legenda gol itu, kini berseragam Marseille, meledak dengan dua gol cepat yang membuat The Magpies tersungkur di Liga Champions.
Selama bertahun-tahun Newcastle dibuat merana oleh ketajaman Auba saat masih di Arsenal (2018–2022). Eddie Howe sudah mengingatkan skuadnya berkali-kali: “Jaga pria berusia 36 tahun itu.” Tapi peringatan tinggal peringatan—Aubameyang tetap menjadi mimpi buruk mereka.
Newcastle sebenarnya membuka duel dengan gemilang. Harvey Barnes, yang sedang membara, memecah kebuntuan pada menit keenam lewat penyelesaian klinis.
Gol itu lahir setelah Pierre-Emile Højbjerg melakukan penyelamatan luar biasa di garis gawang dari sundulan Malick Thiaw.
Namun setelah unggul, The Magpies justru mengendur. Tim tamu yang musim ini baru menang sekali di tandang membiarkan Marseille menguasai bola dan menciptakan peluang demi peluang untuk Aubameyang.
Di babak pertama Auba masih boros—tapi begitu peluit babak kedua berbunyi, teror dimulai. Baru beberapa detik berjalan, Darryl Bakola yang baru 17 tahun mengirim umpan terobosan mematikan ke sisi kanan.
Nick Pope keluar dari sarangnya mencoba menghalau, tapi Auba membaca semuanya dan menyelesaikan dari sudut super sempit. Stadion pun meledak.
Empat menit kemudian, Marseille menghantam lagi. Timothy Weah berlari melewati Tino Livramento, mengirim bola ke depan gawang, dan Aubameyang menyambar lebih cepat dari Fabian Schär untuk mengoyak tiang dekat.
Dua gol, dua pukulan telak, dua teriakan histeris dari Roberto De Zerbi di pinggir lapangan.
Pelatih Marseille itu menari kegirangan, dan saat peluit akhir berbunyi, ia meninju udara merayakan kemenangan kedua mereka di Liga Champions musim ini.
Menukil BBC, Marseille kini melesat ke peringkat 19, sementara Newcastle terdampar di posisi kedelapan—dan sekali lagi, nama Aubameyang menjadi kabus hitam bagi The Magpies.(maq)
