Tertinggal Empat Gol, LASK Balikkan Keadaan, Celtic Tersingkir Dramatis

Pemain LASK Adeniran saat mencetak gol ke gawang Celtic. Foto: via BBC

edisiana.com – Malam penuh drama tersaji di babak play-off Liga Champions. LASK membuat comeback luar biasa dengan membalikkan defisit agregat empat gol dari leg pertama. Klub asal Austria itu menghajar Celtic dengan skor 5-1 pada leg kedua, Selasa malam.

Celtic sejatinya datang dengan modal kemenangan telak 4-0 pada pertemuan pertama. Bahkan, tim tamu sempat tampil meyakinkan di babak pertama dan membuka keunggulan melalui Callum McGregor.

Gol tersebut lahir setelah Yang Hyun-jun menusuk dari sisi kiri. Umpannya yang terukur menemukan McGregor yang kemudian melepaskan tembakan. Bola sempat membentur pemain lawan sebelum bersarang di gawang LASK.

Namun, keunggulan Celtic justru menjadi awal petaka. Kesalahan Benjamin Nygren saat memberikan umpan balik dimanfaatkan LASK untuk memperkecil ketertinggalan. Moses Usor dengan tenang menuntaskan peluang tersebut.

Memasuki babak kedua, LASK tampil semakin menggila. Hanya dua menit setelah restart, Robert Ljubicic mendapat ruang terlalu bebas di tepi kotak penalti. Tanpa membuang kesempatan, dia melepaskan tembakan rendah ke sisi kiri yang gagal dihentikan Viljami Sinisalo.

Stadion pun berubah. Kecemasan berganti keyakinan. LASK terus menggempur pertahanan Celtic yang mulai kehilangan kendali.

Celtic kesulitan mengalirkan bola maupun menghalau serangan dengan baik. Sascha Horvath menjadi motor serangan dari sisi kiri. Dia kemudian menemukan Steven Adeniran di tengah.

Adeniran lantas melepaskan tembakan jarak jauh sensasional. Gol tersebut membuat LASK semakin percaya diri dan tekanan terhadap Celtic semakin menjadi-jadi.

Dengan 20 menit tersisa, Celtic dipaksa bertahan menghadapi gelombang serangan. Horvath dan Adeniran terus menjadi ancaman. Bahkan, Adeniran sempat membuat bola membentur bagian bawah mistar gawang.

Drama belum berakhir ketika pertandingan memasuki masa tambahan. Florian Flecker menggagalkan upaya Alemao, yang sebelumnya sudah berhasil ditepis secara spektakuler oleh Sinisalo.

Kemudian sundulan Flecker di menit-menit terakhir memaksa perpanjangan waktu sebelum Adeniran memastikan kekalahan Celtic meskipun berhasil menyelamatkan penalti di menit-menit akhir.

Dia kemudian berpeluang melengkapi hat-trick dari titik penalti. Namun, Sinisalo tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi tersebut.

Meski demikian, klub Austria itu akhirnya membalikkan keadaan dan menyingkirkan Celtic dengan kemenangan 5-1 di leg kedua.

Melansir BBC, comeback tersebut menjadi salah satu malam paling dramatis bagi LASK di pentas Eropa. Sebaliknya, Celtic harus menerima kenyataan pahit setelah keunggulan empat gol yang mereka bawa dari leg pertama ternyata tidak cukup untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.(maq)

Exit mobile version