edisiana.com – Manchester United dan manajer Erik ten Hag membayar lunas dendam mereka dengan rival sekota Manchester City 2-1 pada Sabtu malam, 25 Mei. Dengan meraih gelar Piala FA Cup di Wembley.
Musim lalu, Setan Merah kalah dengan skor sebaliknya. Di kompetisi yang sama di final FA Cup. Dua gol diciptakan oleh Ilkay Gundogan untuk City dan Bruno Fernandes menyumbang satu gol untuk United.
Erik Ten Hag dan skuadnya pun bertekad untuk membalas kekalahan itu. Dan momennya pas pada musim ini. Apalagi Ten Hag dalam tekanan pemecatan. Dia ingin membuktikan kepada klubnya, dia bisa memberikan gelar.
Ia pun menantang klubnya untuk segera memecat dirinya. “Jika mereka tidak menginginkan saya, maka saya akan pergi ke tempat lain untuk memenangkan trofi karena itulah yang saya lakukan,” ujar Ten Hag mengutip dari ESPN pada hari ini.
Ten Hag memasuki final derby Manchester dengan ekspektasi yang semakin besar bahwa ia akan dipecat oleh salah satu pemilik baru United, Sir Jim Ratcliffe, apa pun hasilnya.
Kemenangan United, yang menggagalkan juara Liga Premier City meraih gelar ganda domestik kedua berturut-turut, dibangun di atas penampilan luar biasa anak asuhnya.
Di babak pertama Alejadro Garnacho dan Kobbie Mainoo memberikan dua gol untuk memastikan juara. Garnacho diuntungkan dari kekeliruan antara kiper City Stefan Ortega dan Josko Gvardiol.
Ketika ia tertinggal dengan gol terbuka pada menit ke-30, Mainoo mengakhiri pergerakannya dengan penyelesaian tenang dari sentuhan halus Bruno Fernandes sembilan menit kemudian.
City tak terhindarkan memberikan tekanan di babak kedua. Erling Haaland membentur tiang gawang, kiper United Andre Onana melakukan penyelamatan luar biasa terhadap Kyle Walker dan Julian Alvarez membuang peluang besar.
Pemain pengganti City Jeremy Doku membalaskan satu gol saat pertandingan tinggal menyisakan empat menit. Tapi tim asuhan Ten Hag tetap bertahan untuk mencatatkan kemenangan Piala FA ke-13, yang pertama bagi mereka sejak 2016.(maq)
