edisiana.com – Paris Saint-Germain bermain imbang 2-2 melawan AS Monaco pada Rabu malam yang penuh ketegangan. Tapi agregat 5-4 memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Liga Champions.
Tepat sebelum jeda, Monaco memukul.
Mamadou Coulibaly mengirimkan umpan terobosan presisi kepada Maghnes Akliouche.
Sang winger bergerak cepat, melepaskan tembakan yang membentur tiang sebelum bersarang di sudut bawah gawang. Gol yang membuat Paris terdiam sejenak.
Padahal sebelumnya Monaco hampir saja memimpin lebih cepat. Akliouche kembali menjadi kreator dengan umpan matang ke dalam kotak penalti, tetapi penyelesaian Coulibaly melambung tinggi. Kesempatan emas terbuang.
Namun Monaco tetap percaya. Sepak bola sering ditentukan oleh satu momen. Di Paris, momen itu datang sebelum menit ke-60.
Coulibaly melakukan tekel terhadap Achraf Hakimi. Wasit tak ragu. Kartu kuning kedua. Kartu merah.Monaco dari berani menjadi bertahan.
Hampir seketika, PSG menyamakan kedudukan. Marquinhos menyambar umpan silang rendah Desire Doue. Kapten hadir di saat paling dibutuhkan.Tekanan meningkat. Stadion kembali hidup.
Enam menit kemudian, pukulan telak datang. Tendangan rendah Hakimi ditepis Philipp Kohn. Namun bola liar jatuh ke kaki Khvicha Kvaratskhelia.Tanpa ampun, ia menembak dan membalikkan keadaan.
Itu adalah gol yang terasa seperti palu godam.
Monaco tak menyerah. Di masa tambahan waktu, Jordan Teze melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang. Gol hiburan, ya — tetapi juga simbol perlawanan.
Namun agregat tak berbohong: 5-4 untuk PSG.
Menukil BBC, sang juara bertahan kini menunggu nasib. Lawan berikutnya? Chelsea atau Barcelona. Jawabannya akan terungkap dalam undian hari Jumat besok.(maq)











