Akhirnya Atalanta Singkirkan Dortmund di Champions

Pemain Atalanta merayakan lolos ke 16 besar. Foto: Onefootball

edisiana.com – Seperti naskah drama terbaik Liga Champions. Seperti malam yang menolak untuk mati. Atalanta menulis salah satu kisah paling heroik musim ini dengan menghancurkan Borussia Dortmund 4-1 dan menyegel tiket ke babak 16 besar dalam comeback yang akan lama dikenang di Bergamo. Di Gewiss Stadium, keajaiban itu nyata.

Atalanta tahu: mereka butuh gol cepat atau semuanya berakhir. Dan jawaban datang hanya dalam lima menit.

Umpan silang rendah Lorenzo Bernasconi membelah sisi kiri pertahanan Dortmund. Di sana, mantan striker West Ham, Gianluca Scamacca, berdiri tepat di tempat yang seharusnya. Satu sentuhan. Gol. Stadion meledak.

BACA JUGA:  Transfer Casemiro Terbentur Gajinya yang Selangit

Dortmund mulai goyah. Tekanan meningkat. Dan tepat sebelum turun minum, pukulan kedua datang. Tendangan keras Davide Zappacosta dari luar kotak penalti membentur pemain lawan.

Arah berubah. Kobel terpaku. Bola masuk.
2-0. Gewiss percaya. Dortmund mulai kehilangan napas.

Gol Karim Adeyemi pada menit ke-75 sempat membalas gol Mario Pasalic dan membuat laga kembali terbuka.

Ketegangan terasa di setiap sentuhan.
Dortmund mencium harapan. Atalanta menolak menyerah.

Dan ketika laga tampak akan menuju perpanjangan waktu, takdir kembali memilih tuan rumah.

Menit ketiga dari tambahan waktu. Momen yang membelah malam. Gregor Kobel gagal mengamankan bola. Situasi kacau. Dalam perebutan di kotak penalti, Ramy Bensebaini mengulurkan kaki saat Krstovic menyambut umpan silang. Wasit menunjuk titik putih.

BACA JUGA:  Chelsea Rapat Darurat, Potter Dalam Tekanan Besar

Protes meledak dari bangku cadangan Dortmund. Nico Schlotterbeck yang baru masuk diganjar kartu merah.
Di sisi lain, Giorgio Scalvini juga diusir setelah terlibat dalam keributan. Drama total.

Dan dari titik putih, Atalanta tak menyia-nyiakan kesempatan. Gol penentu. Pukulan terakhir.

Sejarah Terulang, Luka Lama Terbuka

Menukil BBC, sejak malam legendaris Liverpool melawan Barcelona di semifinal 2019, belum pernah ada tim yang bangkit dari kekalahan dua gol di leg pertama fase gugur dan tetap lolos.

BACA JUGA:  Son Nangis di Lapangan Wembley

Kini, Atalanta masuk dalam daftar langka itu.Malam ini bukan sekadar kemenangan.
Ini adalah deklarasi. Ini adalah kebangkitan.(maq)