edisiana.com – Old Trafford kembali menjadi teater drama—namun bukan yang diinginkan Manchester United. Dengan hanya 10 pemain, Everton mencuri tiga poin berkat tembakan melengkung Kiernan Dewsbury-Hall yang membungkam publik tuan rumah. Sekaligus memecah kutukan panjang David Moyes yang tak pernah menang sebagai manajer tim tamu di stadion ini.
Everton sebenarnya membuka laga dengan percaya diri, tetapi dalam 13 menit semuanya berubah menjadi kekacauan total. Kapten Seamus Coleman harus ditarik keluar lebih awal, memberi kesempatan pada Jake O’Brien menjalani start Liga Primer pertamanya musim ini. Namun masalah terbesar datang dari Idrissa Gueye.
Umpan sembrono sang gelandang hampir menghadiahkan gol untuk Bruno Fernandes dan memicu adu mulut sengit dengan Keane.
Pertengkaran itu berakhir dengan tamparan—secuil drama yang tampaknya mustahil terjadi di tengah pertandingan Premier League. Wasit Tony Harrington tak ragu, kartu merah diacungkan, dan Pickford harus melerai dua rekannya yang kebingungan sekaligus geram.
Dengan keunggulan jumlah pemain, United seharusnya mengendalikan laga. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Pertahanan rapuh mereka kembali menjadi bumerang.
Dewsbury-Hall memotong bola di antara Fernandes dan Leny Yoro, lalu tanpa ragu melepaskan tembakan melengkung cantik dari tepi kotak penalti.
Senne Lammens hanya bisa terbang tanpa hasil saat bola merangsek masuk. Pendukung Everton di sudut tribun pun meledak dalam kegembiraan.
United berusaha merespons. Patrick Dorgu melepas tembakan melebar, Amad Diallo hampir menyamakan kedudukan lewat gerakan lincahnya.
Dan Fernandes memaksa Pickford menepis bola keras dari jarak 25 yard sebelum jeda. Peluit paruh waktu disambut nada cemoohan publik Old Trafford.
Mason Mount masuk menggantikan Noussair Mazraoui untuk mengubah arah permainan, tetapi United tetap kacau. Umpan-umpan salah arah, peluang minim, dan Everton semakin nyaman meredam tekanan.
Pickford kembali menjadi pahlawan saat menggagalkan peluang Bryan Mbeumo, sementara sepakan melengkung Mount hanya lewat tipis di sisi gawang.
Fernandes kemudian menyia-nyiakan peluang emas dari jarak enam yard, sebelum Joshua Zirkzee juga gagal memaksimalkan dua peluang udara yang dimilikinya. Pickford tampil luar biasa — dan United makin kehilangan akal.
Saat peluit akhir berbunyi, sorakan berubah menjadi cemoohan. United tak menemukan solusi. Everton, dengan 10 pemain, justru menemukan kemenangan bersejarah.
Dan untuk David Moyes? Melansir ESPN, setelah bertahun-tahun menunggu, kutukan di Old Trafford resmi runtuh. Sebuah malam yang akan diingat lama oleh pendukung Everton — dan menjadi mimpi buruk baru bagi Setan Merah.(maq)










