Kisah Superstar Messi (Bagian-3): Presiden Barca Sempat Ragu, tapi Akhirnya…

796

Bola, edisiana.com – Kemahiran Lionel Messi mengolah bola sampai tersiar ke benua Eropa. Salah satunya klub Catalan, Barcelona. Oleh manajemen akhirnya Barcelona mengutus Direktur Teknik, Charly Rexach. Setiba di sana dia melihat bakat luar biasa yang dimiliki Messi.

Charly pun langsung menyodorkan tawaran. Semua biaya pengobatan kelainan hormon Messi ditanggung Barcelona asal ayah dan anaknya mau tinggal di Spanyol. Tanpa pikir panjang Jorge Horacio Messi setuju.

Mereka pun lalu hijrah ke Spanyol. Saat itu usia Messi telah ABG (anak baru gede), 13 tahun. Layaknya pemain, Messi memperkenalkan diri. Dengan memperagakan kelihaiannya mengolah bola. Charly dan manajemen terkagum-kagum melihat ABG mungil itu. Messi pun ikut tes selama tiga bulan.

BACA JUGA:  Berada dì Puncak Grup C, Jepang Melenggang ke Babak 16 Besar

Jorge Horacio Messi dan Messi akhirnya diajak di sebuah restoran pada Desember 2000. Sejumlah petinggi dan pihak klub lainnya hadir dalam acara makan siang itu.

Rexach lalu mengambil serbet makan dan menuliskan kalimat perjanjian kontrak di atasnya. Yang isinya: “Di Barcelona, pada 14 Desember 2000 yang dihadiri tuan-tuan Minguella, Horacio, Carles Rexach, sekretaris teknik FCB dengan ini setuju di bawah tanggung jawabnya dan tanpa menghiraukan perbedaan pendapat untuk menandatangani pemain Lionel Messi selama kami mempertahankan jumlah yang sudah disepakati,” tertulis dalam kontrak di atas serbet tersebut.

BACA JUGA:  Liverpool Tampil Jelek, Klopp Tak Peduli Diganti

Lalu menyodorkan kepada Jorge. Berkat kontrak pertama di atas serbet tersebut, semua berjalan mulus. Messi memulai kariernya di Catalunya dari tim akademi, tim C.

Awalnya, Presiden Barcelona saat itu, Joan Gaspart, merasa ragu. Sebab, mengontrak Messi saat itu bisa jadi keputusan salah karena mendatangkan pemain asing dengan usia muda yang kala itu belum lazim di Eropa.

Rexach pun sempat ragu. Seperti dilansir dari Sport, Direktur Teknis Barcelona itu sempat akan menawarkan Messi ke Real Madrid. Namun usai mempertimbangkan permainannya, dan Gaggioli serta Maria Minguella, agen pemain bakat mendesak agar Rexach segera mengambil keputusan untuk mengontrak Messi. Akhirnya Barcelona mengontrak Messi.

BACA JUGA:  Rangers Gagal Memetik Tiga Poin

“Aku membuat banyak pengorbanan saat meninggalkan Argentina, meninggalkan keluargaku untuk memulai hidup baru. Tapi semua kulakukan demi sepakbola dan demi impianku. Itu sebabnya aku tidak pergi keluar berpesta saat remaja,” kenang Messi mengingat peristiwa belasan tahun lalu.

“Barcelona adalah satu-satunya klub yang mau membiayai pengobatanku. Aku akan selalu berhutang budi pada klub ini,” ucap dia. (Siang latihan, malam hari disuntik hormon/maq /bersambung)

BAGIKAN