Liverpool Naik ke Empat Besar di Tengah Drama dan Kontroversi Anfield

Isak mencetak gol perdananya setelah mengalami cedera. Foto: via ESPN

edisiana.com – Anfield kembali menjadi panggung drama yang nyaris tak masuk akal. Liverpool mengamankan kemenangan 3-1 atas Crystal Palace, namun skor akhir hanyalah sebagian kecil dari cerita yang penuh emosi, kejutan, dan kontroversi.

Tim tuan rumah tampil dengan determinasi tinggi, dan kemenangan ini membawa mereka melonjak ke posisi keempat klasemen. Namun, jalannya laga jauh dari kata nyaman.

Sorotan utama datang dari kembalinya ketajaman Isak. Setelah absen selama empat bulan, ia menunjukkan naluri predator yang selama ini dirindukan—penyelesaian cepat, tajam, dan tanpa kompromi.

Sebuah sinyal bahwa lini depan Liverpool kembali menemukan insting membunuhnya.

BACA JUGA:  Belanda dan Prancis Menang di Kualifikasi Eropa

Di sisi lain, debut penuh Woodman di bawah mistar justru menghadirkan paradoks. Ia sempat melakukan penyelamatan gemilang yang memukau publik Anfield

Tapi hanya beberapa detik kemudian, situasi berbalik arah. Bola yang gagal diamankan dengan sempurna berujung pada gol kedua Liverpool melalui Andy Robertson.

Dan menjadi sebuah momen yang menggambarkan betapa tipisnya batas antara kepahlawanan dan petaka.

Crystal Palace sendiri sempat membuat publik tuan rumah terdiam. Tim asuhan Oliver Glasner bahkan unggul 2-1 tapi dianulir dan lewat salah satu gol paling aneh musim ini.

Pada menit ke-71, Daniel Muñoz mencetak gol kontroversial dengan melambungkan bola ke gawang kosong saat Woodman tergeletak cedera.

BACA JUGA:  Real Madrid Gagal Menjaga Jarak, Ditahan Imbang Rayo Vallecano

Sebuah aksi yang memicu perdebatan sengit—antara insting kompetitif dan etika fair play.

Reaksi pun tak terbendung. Manajer Liverpool, Arne Slot, serta para pendukung The Reds menunjukkan kemarahan mereka atas kejadian tersebut. Anfield bergemuruh, bukan karena selebrasi, melainkan karena rasa tidak percaya.

Namun seperti sering terjadi di panggung besar, Liverpool menemukan jalannya sendiri.

Gol Florian Wirtz di masa tambahan waktu memastikan kemenangan sekaligus menutup laga dengan kepastian.

Tiga poin ini menjadi kemenangan liga ketiga berturut-turut bagi The Reds. Melansir ESP, Dan ini membawa mereka unggul delapan poin dari Brighton di posisi keenam.

BACA JUGA:  Messi, Aguero Terancam Tidak Bisa Main Tahun Ini

Di tengah segala kontroversi dan momen tak terduga, satu hal tetap jelas: Liverpool kembali menunjukkan mentalitas tim besar—menang, bahkan saat kekacauan mencoba mengambil alih.(maq)