Santo Belum Punya Obat untuk Angkat Performa West Ham

Nuno Espirito Santo memegang kepala setelah West Ham menderita kekalahan. Foto: via BBC

edisiana.com – Nuno Espirito Santo belum mampu memperbaiki nasib buruk West Ham United di Liga Primer Inggris. The Hammers kini mencatatkan awal musim terburuk mereka dalam 52 tahun terakhir setelah menelan kekalahan ketiga secara beruntun di bawah manajer asal Portugal itu.

Sejak menggantikan Graham Potter pada September lalu, Nuno belum mampu membawa perubahan berarti. West Ham kini terpuruk di peringkat ke-19 klasemen sementara dengan hanya mengumpulkan empat poin dari sembilan laga — hasil terburuk mereka di tahap liga ini sejak musim 1973–1974.

Ironisnya, satu-satunya kemenangan yang mereka raih musim ini terjadi saat menghadapi Nottingham Forest — klub yang sebelumnya diasuh Nuno — ketika ia masih bertugas di City Ground.

Catatan empat poin tersebut menyamai rekor suram klub yang pernah terjadi di divisi kedua pada musim 1932–1933 dan di divisi utama pada 1973–1974. Meski begitu, dalam dua kesempatan tersebut, West Ham berhasil menghindari degradasi.

Kini, Nuno dihadapkan pada tugas berat untuk memastikan The Hammers tetap bertahan di Liga Primer, setelah terakhir kali terdegradasi pada musim 2011–2012.

“Sayangnya, ada banyak masalah di klub kami. Tapi bukan tugas kami untuk bersembunyi di balik masalah itu. Semua orang harus tetap berjuang, berbuat lebih banyak, dan berada di posisi yang tepat,” ujar Nuno dikutip dari BBC.

Pelatih berusia 50 tahun itu juga mengakui bahwa timnya masih memiliki kelemahan mendasar, terutama di lini pertahanan dan serangan.

“Kami tidak mengatasi masalah pertahanan kami, dan saya merasa kami membutuhkan seorang striker yang bisa menahan bola. Jadi mungkin ini bukan hasil terbaik dari saya,” tambahnya.

Dengan hasil ini, Nuno menjadi manajer West Ham pertama yang gagal mencatat kemenangan dalam empat pertandingan awal Liga Primer sejak Manuel Pellegrini pada September 2018.

“Ada kualitas di tim ini, ada waktu juga. Tapi tidak akan ada perubahan jika kami tidak berbenah,” pungkas Nuno.(maq)

Exit mobile version