edisiana.com – Presiden LaLiga, Javier Tebas, angkat bicara terkait kegagalan Lamine Yamal meraih Ballon d’Or tahun ini. Menurutnya, usia muda menjadi satu-satunya alasan mengapa bintang Barcelona itu belum berhasil membawa pulang trofi individu paling prestisius tersebut.
Yamal, yang baru genap berusia 18 tahun pada Juli lalu, finis di posisi kedua dalam pemungutan suara Ballon d’Or yang diumumkan pada Senin lalu. Ia kalah dari penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembélé, yang dinobatkan sebagai pemenang.
Meski demikian, Yamal tetap mencatatkan sejarah dengan kembali meraih Kopa Trophy — penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik dunia di bawah usia 21 tahun. Ia menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan trofi tersebut lebih dari sekali.
“Jika dia berusia lebih dari 23 tahun, dia juga pasti akan memenangkannya, saya yakin, tetapi karena dia lebih muda, mereka memberinya yang lain [trofi Kopa],” ujar Tebas seperti dikutip dari ESPN, Kamis, 25 September 2025.
Sementara itu, Presiden Barcelona Joan Laporta punya pandangan berbeda. Ia meyakini bahwa keberhasilan di Liga Champions adalah faktor utama yang menentukan dalam pemilihan Ballon d’Or.
Tebas sendiri tetap optimistis dengan masa depan Yamal. Ia percaya, dengan performa yang terus konsisten, Yamal akan segera meraih penghargaan Ballon d’Or di masa mendatang.
“Jika dia terus bermain di levelnya saat ini, yang tampaknya mungkin, saya rasa tidak ada keraguan dia akan memenangkan Ballon d’Or,” tutup Tebas.(maq)











