Berat! Ten Hag Bertemu Mantan Timnya di Liga Eropa

Nasib Ten Hag belum jelas di klubnya seiring performa timnya menghadapi Coventry City kendati menang dan masuk final FA. Foto: via ESPN

edisiana.com – Manchester United bertemu dengan mantan klub Erik Ten Hag, FC Twente , di Liga Europa pada Kamis dinihari nanti. Bagi pelatih Setan Merah ini, ini pertandingan yang sangat sulit.

Ten Hag memulai karier bermainnya di FC Twente dan kembali sebagai pelatih sebelum menjadi manajer tim utama.

Tim Belanda itu akan mengunjungi Old Trafford di Liga Europa pada dinihari nanti dan Ten Hag mengakui ia lebih suka menghadapi tim lain.

“FC Twente telah memberi saya banyak hal. Saya dididik di akademi mereka, saya adalah bagian dari generasi tim muda pertama ketika kompetisi pemuda dimulai lagi setelah bertahun-tahun. Jadi bagi saya ada banyak sejarah di sana,” kata Ten Hag seperti dilansir ESPN pada hari ini.

BACA JUGA:  Timnas Inggris Krisis Bek Kanan

“Saya lebih suka bermain melawan orang lain. Tidak menyenangkan jika harus menyakiti sesuatu yang Anda cintai,” imbuhnya.

Ten Hag telah mengisyaratkan bahwa ia akan merotasi skuadnya untuk pertandingan tersebut karena format Eropa yang diperluas telah membebani para pemain.

Pria berusia 54 tahun itu dikritik setelah mencadangkan Marcus Rashford dalam hasil imbang 0-0 di Crystal Palace pada hari Sabtu, tetapi bos United itu menegaskan dia akan terus melakukan perubahan untuk menghindari kejenuhan.

BACA JUGA:  Special One Ditawari Pelatih Timnas Portugal dan Bukan PSG

“Saya tidak mengerti kritikan itu.Terlalu banyak pertandingan, terlalu banyak kompetisi, itu jelas. Para pemain kewalahan, ini tidak bagus untuk sepak bola. Mungkin bagus untuk komersial,” terangnya.

Rashford akan menjadi starter melawan FC Twente setelah digunakan sebagai pemain pengganti di babak kedua di Selhurst Park.

United kesulitan mencetak gol musim ini dan hanya berhasil mencetak lima gol dalam lima pertandingan di Liga Premier .

BACA JUGA:  Jepang, Negara Pertama yang Lolos Piala Dunia

Cerita serupa terjadi pada musim lalu ketika mereka mengakhiri kompetisi sebagai tim dengan skor terendah bersama di paruh atas klasemen bersama Palace.(maq)