Bola  

Ancelotti: Lini Belakang Madrid Terlalu Rapuh

Carlo Ancelotti. Foto: Daylimail

edisiana.com – Carlo Ancelotti menyalahkan pertahanan lini belakang Real Madrid. Karena rapuh dibobol Atletico Madrid 3-1.

Álvaro Morata membawa Atletico unggul setelah pertandingan baru berlangsung empat menit di stadion Metropolitano. Lalu ditambah Antoine Griezmann mengubah skor menjadi 2-0.

Toni Kroos membalaskan satu gol untuk Madrid, tetapi sundulan Morata dalam satu menit permainan dilanjutkan setelah jeda memastikan tiga poin untuk Atletico.

Hasil ini membuat Real Madrid berada di peringkat ketiga klasemen dengan 15 poin — tertinggal satu poin dari Barcelona dan Girona. Sementara Atletico mengoleksi 10 poin dengan satu pertandingan tersisa.

“Masalahnya adalah kerapuhan pertahanan, yang belum pernah kami alami dalam beberapa pertandingan pertama kami,” kata Ancelotti menegaskan seperti dilansir ESPN pada Senin ini.

“Dalam enam pertandingan musim ini kami kebobolan tiga gol, dan hari ini kami kebobolan tiga gol dalam 45 menit.Kami rapuh, ini bukan malam yang baik dalam bertahan,” imbuhnya.

“Apalagi gol-golnya adalah salinan [satu sama lain], mereka membagi bek tengah dan kami tidak posisi kami tidak bagus. Kami tidak kompak,” sambungnya.

Dengan keluarnya Vinícius Júnior dari skuat Real Madrid pada hari pertandingan, dinihari tadi, sehingga menunda kembalinya dia dari cedera.

Ancelotti memilih untuk memainkan Jude Bellingham sebagai penyerang bersama Rodrygo dengan Luka Modric dan Toni Kroos keduanya menjadi starter di lini tengah untuk pertama kalinya musim ini .

“Formasinya tidak berubah. Kami memulai dengan Modric di nomor 10 dan dua penyerang, Bellingham dan Rodrygo. Mungkin saya bisa melakukannya lebih baik, ketika tim tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Jelas itu tanggung jawab saya. Tapi saya punya bahu lebar, itu tidak masalah,” ucapnya menjelaskan.

Ancelotti mengatakan dia akan tetap menggunakan lini tengahnya untuk pertandingan Madrid berikutnya, menjamu Las Palmas pada hari Rabu pekan ini.

“Masalahnya bukan pada formasinya. Formasinya tidak akan berubah. Kami sedih dan marah seperti biasa jika kalah, tapi hingga saat ini kami melakukannya dengan baik,” pungkasnya.(maq)

Exit mobile version