Rekonstruksi Jalan Gajah Mada Dimulai, BP Batam Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Empat Pekan

edisiana.com – Pengendara yang melintas di Jalan Gajah Mada diminta bersiap. Mulai Sabtu (25/7), Badan Pengusahaan (BP) Batam memulai rekonstruksi ruas jalan dari Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota. Selama pekerjaan berlangsung, rekayasa lalu lintas diberlakukan secara bertahap untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.

Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama empat pekan. Namun, durasinya dapat berubah menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

BP Batam memastikan perbaikan yang dilakukan bukan sekadar menambal jalan berlubang. Rekonstruksi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembongkaran beton yang rusak, perbaikan dan pemadatan lapis pondasi, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, rekonstruksi total dipilih agar kualitas jalan lebih baik dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

BACA JUGA:  Promo PESTA Honda Genio dan Scoopy

“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, rekayasa lalu lintas dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, ruas jalan di depan Universitas Internasional Batam (UIB) menuju Taman Kota arah Nagoya ditutup sementara. Kendaraan dialihkan melalui Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani.

Selanjutnya, pekerjaan bergeser ke sisi jalan lainnya. Pada tahap ini, hanya satu lajur yang ditutup sehingga arus kendaraan tetap dapat melintas dengan pengaturan petugas.

BACA JUGA:  Pelebaran Jalan di Batam Dimulai

Menurut Ariastuty, skema rekayasa lalu lintas masih bersifat fleksibel dan akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang.

“Pengaturan lalu lintas akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Apabila diperlukan penyesuaian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan, maka rekayasa akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi petugas di lapangan,” jelasnya.

BP Batam mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan jalur alternatif selama proses rekonstruksi berlangsung.

Melalui proyek tersebut, BP Batam berharap kondisi Jalan Gajah Mada menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik di Kota Batam dalam jangka panjang.(*)