edisiana.com – Real Madrid memang mengamankan kemenangan saat menjamu Inter Milan di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari WIB. Namun, skor 2-1 tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Inter, sang juara Italia, berkali-kali membuat lini belakang Madrid kerepotan.
Inter mengawali pertandingan dengan agresif. Thibaut Courtois dipaksa bekerja keras untuk mengamankan gawang Real Madrid. Kiper asal Belgia itu menggagalkan peluang Hakan Calhanoglu dan Lautaro Martinez.
Tekanan Inter bahkan nyaris berbuah gol. Curtis Jones sempat melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang Madrid. Tim tamu juga memasukkan John Stones dalam pertandingan Liga Champions tersebut.
Namun, Madrid justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu. Tim asuhan Jose Mourinho memecah kebuntuan pada menit ke-14 melalui Kylian Mbappe.
Madrid kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-23. Kapten Federico Valverde memanfaatkan kesalahan kiper Inter dengan merebut bola sebelum menceploskannya ke dalam gawang.
Unggul dua gol membuat Madrid berada di atas angin. Mereka bahkan memiliki peluang untuk memperlebar jarak. Jude Bellingham mendapatkan kesempatan emas untuk membuat skor menjadi 3-0 bagi juara Eropa 15 kali tersebut.
Namun, peluang itu gagal dimanfaatkan.
Inter tidak menyerah. Carlos Augusto akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77. Gol tersebut membuat pertandingan berubah menjadi lebih menegangkan hingga menit-menit akhir.
Madrid akhirnya mampu mempertahankan keunggulan 2-1. Namun, kemenangan tersebut tidak serta-merta membuat para pendukung Los Blancos puas.
Menukil BBC, menyebutkan sejumlah penggemar Real Madrid menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap performa tim sepanjang pertandingan.
Bagi Madrid, tiga poin memang berhasil diamankan. Tetapi, pekerjaan rumah masih menumpuk jika ingin kembali tampil sebagai penguasa Eropa.(maq)











