Messi Tidak Pernah Berpikir Jadi Pemain Hebat

31
Messi dan rekan tim serta fans merayakan kemenangan. Foto: Mirror

edisiana.com – Lionel Messi mengatakan dia dilahirkan dengan bakat sepak bolanya. Hingga sekarang bahwa dia telah berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin.

Messi, yang telah berusia 37 tahun masih bersaing dengan Argentina di Copa América di Amerika Serikat.

“Sangat jelas bagi saya bahwa saya dilahirkan seperti ini karena Tuhan memilih saya. Itu adalah hadiah yang dia berikan kepada saya. Saya mencoba memanfaatkannya, saya melakukan segala yang mungkin untuk memanfaatkannya sebaik mungkin,” ucap Messi dinukil dari ESPN pada hari ini.

“Kenyataannya adalah, meskipun saya melakukan banyak hal, tapi ketika saya masih kecil, saya tidak berpikir apa pun untuk menjadi pemain besar,” ujarnya menambahkan.

BACA JUGA:  Mantan Pemain MU Kritik Pedas Fred dan yang Lain

Messi, yang memulai karir bermainnya di klub Newell’s Old Boys. Lalu bergabung dengan tim yunior Barcelona pada usia 13 tahun. Ia mengakui bahwa dia tidak menyadari betapa istimewanya dirinya.

“Dari apa yang dikatakan, saya selalu berbeda. Orang-orang datang memperhatikanku. Aku tidak menyadarinya, tapi aku mulai memahaminya seiring bertambahnya usia. Aku tidak begitu tahu kapan aku menyadarinya,” jelas Messi.

“Ketika saya berusia 3 atau 4 tahun, saya tidak mengetahui Piala Dunia dan semua gelar yang diperebutkan. Saya hanya bermain karena saya menyukai bola. Dan itu adalah hobi saya,” tutur dia.

BACA JUGA:  Rivalitas Klub Manchester: Memulihkan Warisan United (Bagian-4)

“Saya menghabiskan seluruh waktu untuk menendang bola dan mencari seseorang untuk diajak bermain. Saya terlahir dengan bola tersebut. Saya menyukai sepak bola, seperti kebanyakan orang Argentina, sejak usia sangat muda,” sambungnya.

Messi adalah pemain sepak bola paling berprestasi sepanjang masa. La Pulga memenangkan trofi ke-44 setelah membantu Inter Miami mengangkat Piala Liga 2023 pada bulan Agustus.

BACA JUGA:  Kisah Legenda Bola Maradona (Bagian-1): Anak Tukang Batu yang Tidur Sama Bola

Dia telah memenangkan rekor delapan penghargaan Ballon d’Or. Terlepas dari semua rekor dan gelar yang diraihnya, Messi mengatakan ia juga belajar banyak dari kekalahan.

Mantan bintang Paris Saint-Germain itu kalah tiga kali berturut-turut di final bersama Argentina sebelum mengangkat trofi Copa América pada tahun 2021.

Lantas mengalahkan rival sengitnya Brasil  dalam perebutan gelar di Stadion Maracanã.

“Saya tidak suka menghidupkan kembali atau mengulasnya, namun dalam jangka panjang hal itu membantu dan membuat saya berkembang,” kata Messi.(maq)

BAGIKAN