Pemko Batam Raih Nilai MCP Tertinggi se-Kepri

873
Wali Kota Batam Muhammad Rudi meraih apresiasi dan menerima sertifikat terkait aset-aset Pemko Batam. MCB

Batam, edisiana.comPemerintah Kota (Pemko) Batam meraih nilai tertinggi se-Kepri dari capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Kota Batam tahun 2020 dengan nilai 84.

Capaian ini meningkat dibanding tahun 2019 dengan nilai 75. Dan mendapat apresiasi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

“Pemko Batam terus berkomitmen dan mendukung program KPK dalam pemberantasan korupsi,” ucap Rudi seperti dilansir mediacenter.batam.go.id pada Rabu, 24 Maret 2021.

Pernyataan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah se-Kepri di Aula Wan Seri Beni Dompak di Tanjung Pinang, Rabu kemarin.

BACA JUGA:  52 Titik Lokus Penanganan Banjir se-Batam

Ia menambahkan, arahan KPK guna mencegah terjadinya korupsi akan terus diterapkan dan ditingkatkan di lingkungan Pemko Batam. Muaranya yakni target nilai MCP yang terus meningkat sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan oleh KPK.

“Pada prinsipnya komitmen kami arahan KPK, itu yang kami betul-betul akan jalankan,” tutur Rudi.

Selain mendapat apresiasi terkait MCP, Rudi juga menerima 19 sertifikat terkait dengan aset-aset yang dimiliki Pemko Batam.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango dalam sambutannya mengapresiasi capaian ini, meskipun di tengah situasi pandemi justru masih ada daerah menunjukkan grafik pencapaian MCP yang meningkat. “Ini suatu prestasi yang luar biasa,” katanya.

BACA JUGA:  Dinkes Siapkan 449 Orang Vaksinator

Selain Pemko Batam, peningkatan MCP juga terjadi di Pemkab Bintan dengan capaian MCP tahun 2020 sebesar 83, meningkat dibanding tahun 2019 dengan nilai 64. Kemudian, Pemkab Karimun mendapat nilai 78 pada 2020, capaian ini naik 3 poin dibanding 2019 dengan capaian 75.

“Sedikit catatan untuk Pemprov Kepri sendiri, dari 89 (tahun 2019) kini dropnya ke 75. Ini ada penurunan, minus 14,” kata dia.

BACA JUGA:  Dalam 11 Bulan Penumpang di Bandara Hang Nadim Tercatat 2.230.844

Sementara daerah lain, ia mengungkapkan juga mengalami penurunan . Seperti Pemkab Anambas dari nilai 76 tahun 2019 kini turun menjadi 70. Pemko Tanjungpinang dari nilai 68 menjadi 65, dan Pemkab Natuna dari nilai 75 menjadi 60. Sedangkan Pemkab Lingga dari nilai 60 menjadi 50.

“Pencapaian-pencapaian yang didapatkan khususnya di tahun ini bisa kita pahami bersama karena kondisi pandemi. Kita berharap bahwa seusai wabah ini, akan bisa berjalan dengan lebih baik lagi,” harap Nawawi.(maq)

BAGIKAN