edisiana.com – Oxford United, klub kebanggaan pengusaha Indonesia, kembali harus menelan hasil pahit di hadapan publik sendiri. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Middlesbrough.
Hasil yang membuat “The U’s” makin merosot di klasemen sementara, sedangkan Boro mempertahankan tempatnya sebagai penantang utama di posisi kedua Championship.
Sejak peluit pertama, Boro tampil sebagai tim yang lebih berani. Delano Burgzorg—yang kembali masuk starting XI—langsung menunjukkan kualitasnya dengan sebuah umpan silang matang.
Whittaker menyambutnya dengan sundulan, namun bola melayang tipis di sisi gawang. Tekanan berlanjut: Callum Brittain, menusuk dari sayap kanan, mencoba menembak dengan kaki kiri, tetapi momentum hilang usai tekel dari bek Oxford membuatnya terpeleset.
Meski minim penguasaan bola, Oxford justru tidak kehilangan ancaman. Kapten Cameron Brannagan, sebelum ditarik keluar akibat cedera, sempat melepaskan tembakan dari luar kotak yang hanya melebar tipis—peringatan serius bagi barisan belakang Boro.
Dan akhirnya, stadion pun meletup ketika Jack Currie mengirimkan umpan akurat ke kotak penalti. Harris—pemain pinjaman dari Fulham—menyambar dengan kaki kiri dan membawa Oxford unggul 1-0. Eksekusi dingin, atmosfer memanas.
Namun Boro tidak pernah benar-benar tunduk. Hanya beberapa detik setelah babak kedua dimulai, Brittain memaksa Jamie Cumming membuat penyelamatan kelas dunia untuk menepis bola yang mengarah ke sudut atas.
Tapi tak butuh waktu lama hingga balasan datang: Brittain kali ini sebagai kreator, mengirim umpan rendah yang diselesaikan sempurna oleh Whittaker dengan sepakan kaki kiri ke tiang dekat. 1-1—Boro menyerang, Oxford goyah.
Whittaker hampir menjadi pahlawan ketika tendangan kerasnya dari jarak 20 yard melesat tipis di samping gawang, sementara Oxford mencoba mencuri kemenangan di detik-detik akhir lewat pemain pengganti Filip Krastev.
Namun Sol Brynn berdiri kokoh di bawah mistar, menggagalkan peluang terakhir tuan rumah.
Usai laga, pelatih Oxford Gary Rowett menyampaikan perasaannya. “Dalam beberapa hal, saya sangat bangga pada tim ini. Saya bangga pada usaha, pada cara kami memainkan pertandingan,” ujarnya dinukil dari BBC pada hari ini.
“Tetapi ia tak menutupi kekesalannya: “Gol yang kami terima sangat membuat frustrasi. Cara mereka menembus kami dari lemparan ke dalam benar-benar mengecewakan,” imbuhnya.
Oxford kehilangan kemenangan, Boro mempertahankan marwah. Championship kembali menunjukkan: tidak ada laga biasa di kasta kedua Inggris.(maq)
