edisiana.com – Atletico Madrid mencuri tiga poin emas di Coliseum dalam laga yang penuh ketegangan, fisik, dan penderitaan khas duel menghadapi Getafe.
Pertandingan yang berakhir 1-0 itu menjadi bukti bahwa tim Diego Simeone masih memiliki DNA bertarung hingga napas terakhir.
Sejak awal, malam itu terasa rumit. Cedera kembali menghantam Los Rojiblancos: setelah Oblak dan Giuliano absen, kini Marcos Llorente dipaksa keluar hanya beberapa menit setelah laga berjalan.
Getafe pun memanfaatkan situasi dan sukses memotong alur serangan Atleti yang terlihat kehilangan ritme.
Di tengah kebuntuan, Baena naik panggung. Di babak kedua, ia menginisiasi aksi yang membuat pertahanan Getafe goyah dan berujung pada gol bunuh diri Duarte—momen yang mengubah segalanya untuk Atletico.
Dan tak ada cara lebih tepat untuk merayakan malam itu selain catatan bersejarah: penampilan ke-700 Koke bersama klub.
Sang kapten—ikon hidup Atlético—menjadi saksi bagaimana timnya kembali menunjukkan mental baja yang selama ini menjadi identitas mereka.
Pertandingan berlangsung panas, keras, dan penuh tensi—seperti yang selalu terjadi setiap Atletico bertamu ke Coliseum.
Namun pada akhirnya, kemenangan kelima beruntun di LaLiga menjadi milik mereka. Tipis, ya. Sulit, jelas. Tapi sangat berharga.
Atleti terus menekan di papan atas—dan dengan cara yang paling mereka sukai: menderita, bertarung, dan menang.(maq)











