Pembukaan Liga Ukraina Diiringi Isak Tangis Pemain

324
Pemain Shaktar (tengah) berebut bola. Foto: BBC

Bola, edisiana.com Liga papan atas di Ukraina dibuka kembali pada Selasa kemarin. Dengan seremonial Presiden Zelensky lalu diiringi isak tangis pemain.

Pada laga pembuka ini, antara Shakhtar Donetsk dan Metalist Kharkiv di Stadion Olimpiade. Sebelum pertandingan dilakukan acara seremonial dengan isak tangis. 

Seperti dilaporkan BBC, pemain Shakhtar dan Metalist, bersama dengan ofisial pertandingan, keluar dari terowongan stadion. Mereka keluar dengan dibalut bendera Ukraina sebelum berbaris untuk mendengarkan pidato dari Presiden Zelensky di layar lebar stadion.

Lalu tentara Ukraina secara seremonial membuka pertandingan dan beberapa pemain menangis sebelum aksi benar-benar berlangsung.

BACA JUGA:  Manajer Meksiko Yakin Timnya Lolos ke Sistem Gugur

Para pejabat militer disiapkan di setiap pertandingan di musim baru, untuk mengevakuasi para pemain dan ofisial ke tempat perlindungan jika sirene serangan udara terdengar.

Dan dalam  pada pertandingan berlangsung tanpa ada gangguan serangan militer. Tuan rumah Shakhtar mendominasi sebagian besar pada pertandingan perdana tersebut. 

Bahkan  Mykhailo Mudryk sempat memiliki peluang tapi bolanya membentur mistar gawang untuk juara 13 kali.  Dan kiper Anatoliy Trubin menyelamatan luar biasa dì babak pertama. Lagi ini berakhir imbang dengan skor 0-0. 

BACA JUGA:  Gerrard Dikontrak Dua Tahun di Al-Ettifaq

“Selama 90 menit, saya mematikan dan hanya menikmati bermain sepak bola, emosi yang sangat bagus, emosi yang sangat hangat, dan saya merasa bangga karenanya,” kata kapten Shakhtar Taras Stepanenko. 

Menurutnya, dia sudah menanti-nanti pembukaan Liga Ukraina ini dan telah melakukan persiapan untuk menyambuat kejuaraan dengan gugup. 

“Tetapi ketika saya mendengar lagu kebangsaan kami, saya melihat rekan satu tim saya, lawan saya, saya bangga dengan negara saya. Dan senang kami memulai kejuaraan ini karena itu penting bagi negara kami dan untuk rakyat kami,” jelasnya. 

BACA JUGA:  Posisi Casemiro di MU Mulai Terancam

Dia juga menjelaskan negaranya sudah mengalami perang selama enam bulan dan tahu pasti kapan perang ini berakhir. 

“Saya tidak tahu, mungkin besok akan berhenti, tapi mungkin bisa satu tahun. Saya tidak tahu,” ujarnya lagi. 

“Tetapi saya berdoa setiap hari dan saya berharap negara saya dan rakyat kami akan memenangkan perang ini dan keluarga kami kembali ke rumah kami. Ini sangat penting, ini adalah impian saya dan saya berdoa untuk ini setiap hari,” imbuhnya menjelaskan.(maq)

BAGIKAN