edisiana.com – Luciano Spalletti akan melakukan perubahan di susunan pemain pada pertandingan terakhir Grup B melawan Kroasia pada besok, Selasa dinihari. Mereka tidak ingin mengalami kekalahan kedua kali.
Di laga pembukaan Italia menang 2-1 atas Albania. Namun beberapa hari kemudian kalah menghadapi Spanyol 0-1. Namun di pertandingan nanti, Spalletti tetap menaruh kepercayaan pada para pemainnya.
“Setelah pertandingan seperti itu, gagasan untuk bisa mengubah sesuatu muncul di sana, karena saya melakukan kesalahan dengan tidak melakukan perubahan sebelumnya, melihat performa melawan Spanyol,” kata Spalletti seperti dilansir ESPN pada Senin ini.
“Tetapi tim melawan Albania tampak begitu bagus, bagi saya sehingga saya pikir itu adalah sebuah pertaruhan untuk mengubah keadaan. Sekarang kami telah melihat sedikit kelelahan, sedikit kekusutan, sesuatu pasti akan berubah,” terangnya.
Hasil melawan Spanyol dan cara kekalahannya menimbulkan banyak diskusi di kubu Italia selama beberapa hari terakhir. Dan sekarang waktu untuk membicarakan hal tersebut sudah berakhir.
“Saya pikir serangan yang kami terima saat melawan Spanyol telah mengajarkan kami banyak hal. Ketika kalah, Anda akan melihat bagaimana pemainnya, bagaimana pemainnya,” ujar bek Italia Alessandro Bastoni.
Spalletti menambahkan, pihaknya sudah menganalisis dan membicarakannya, untuk mengambil langkah menjelang pertandingan melawan Kroasia.
“Sekarang kita harus mengedepankan fakta dan mengesampingkan kata-kata,” ucapnya menegaskan.
Italia terkenal karena kemampuan bertahan mereka, kemampuan untuk meraih kemenangan. Tapi menurut dia, gaya “Catenaccio” (“baut pintu”) itu sudah lama berlalu dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola modern.(maq)
