edisiana.com – Gelandang West Ham, Lucas Paqueta, telah didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola AS (FA) karena pengaturan skor pertandingan di Liga Inggris. Dengan ancaman 10 tahun larangan bermain.
Keempat dakwaan tersebut terkait dengan pertandingan Liga Premier melawan Leicester City pada 12 November 2022, ditambah pertandingan tahun 2023 melawan Aston Villa pada 12 Maret. Lalu pada laga Leeds United pada 21 Mei, dan Bournemouth pada 12 Agustus.
Pemain Brasil berusia 26 tahun itu telah diselidiki sejak musim panas lalu atas pola taruhan yang mencurigakan.
“Diduga bahwa dia [Paqueta] secara langsung berusaha mempengaruhi pertandingan dengan secara sengaja berusaha menerima kartu dari wasit untuk tujuan yang tidak pantas.Yaitu mempengaruhi pertandingan di pasar taruhan agar satu orang atau lebih mendapat keuntungan dari taruhan,” jelas FA dalam pernyataan seperti dilansir BBC.
Paqueta, yang bergabung dengan West Ham dari Lyon dengan nilai transfer awal £36,5 juta pada Agustus 2022, mengatakan dia sangat terkejut dan kecewa dengan tuduhan tersebut.
“Selama sembilan bulan, saya telah bekerja sama dalam setiap langkah penyelidikan mereka dan memberikan semua informasi yang saya bisa. Saya menyangkal seluruh tuduhan dan akan berjuang sekuat tenaga untuk membersihkan nama saya,” tambahnya.
Paqueta juga didakwa dengan dua pelanggaran Peraturan FA F3 sehubungan dengan dugaan kegagalan mematuhi Peraturan FA F2 yang berkaitan dengan penyediaan informasi dan dokumen.
Tuduhan tersebut muncul pada hari yang sama ketika The Hammers mengonfirmasi penunjukan Julen Lopetegui sebagai pelatih kepala baru mereka menyusul kepergian David Moyes.
West Ham dalam pernyataan akan membantu proses hukum terkait tuduhan kepada pemainnya.
Paqueta, yang masuk dalam skuat Brasil untuk Copa America bulan depan, memiliki waktu hingga 3 Juni untuk menanggapi tuduhan pelanggaran sehubungan dengan dugaan pelanggaran Peraturan FA E5 dan F3 dan tunduk pada permintaan perpanjangan.
Meskipun kasus ini akan ditangani berdasarkan pertimbangannya sendiri, Paqueta bisa menghadapi larangan yang lama jika terbukti melakukan pelanggaran.
Pada tahun 2022, bek Stratford Town Kynan Isaac dilarang selama 10 tahun karena perannya dalam pengaturan skor selama pertandingan Piala FA. Yang mana ia diduga sengaja mendapat kartu kuning sebagai bagian dari skema taruhan dengan teman-temannya.(maq)
