edisiana.com – Keputusan keras diambil Oxford United. Gary Rowett resmi dipecat dari kursi pelatih pada Senin, 23 Desember. Pemicunya jelas: performa tim yang merosot tajam dan posisi The U’s yang kini terjebak di zona degradasi Championship.
Angka-angka tak berbohong. Oxford hanya meraih satu kemenangan dari 10 laga terakhir. Mereka kini tertinggal dua poin dari zona aman, setelah terperosok ke tiga posisi terbawah sejak 10 hari lalu. Alarm bahaya pun berbunyi nyaring.
Rowett menukangi Oxford hampir setahun penuh. Ia ditunjuk tepat pada 20 Desember 2024, menggantikan Des Buckingham. Dari 50 pertandingan, Rowett mencatat 14 kemenangan dan 21 kekalahan.
Musim lalu, ia masih mampu menyelamatkan Oxford dari degradasi, meski hanya finis satu poin di atas zona merah.
Namun musim kedua di Championship berubah menjadi mimpi buruk. Konsistensi tak kunjung datang, tekanan semakin besar, dan kesabaran manajemen akhirnya habis.
Tak hanya Rowett yang angkat kaki. Asisten setianya, Mark Sale, juga meninggalkan klub. Untuk sementara, Craig Short ditunjuk memimpin tim utama, dibantu Chris Hackett dan Lewis Price.
Ketua Oxford United, Grant Ferguson, tetap memberi penghormatan. “Gary datang di masa yang sangat sulit dan layak mendapat pujian besar atas kerja keras serta kepemimpinannya yang membuat kami bertahan di Championship musim lalu,” ujar Ferguson, dikutip dari BBC.
“Tetapi setelah serangkaian hasil mengecewakan, kami harus mengambil keputusan sulit ini demi kepentingan terbaik klub.”
Klub kini berada di persimpangan. Waktu semakin menipis, tekanan semakin besar. Siapa pun pengganti Rowett nanti, satu hal pasti: misi bertahan hidup di Championship sudah dimulai.(maq)










