edisiana.com – Harapan Juventus bermain di Liga Champions musim depan telah sirna. Pada Senin kemarin Pengadilan Italia menjatuhkan hukuman pengurangan 10 poin.
Hal itu menghambat peluang mereka lolos ke Liga Champions tahun depan.
Asosiasi Sepak Bola Italia mengatakan hukuman terbaru untuk akuntansi palsu dalam transaksi transfer klub menjatuhkan Juventus dari posisi kedua ke urutan ketujuh dì Serie A.
Akibatnya meninggalkan Bianconeri lima poin di belakang Milan yang pindah ke tempat keempat di Serie A dan tempat kualifikasi terakhir untuk Liga Champions.
Menyusul pengumuman tersebut, Juventus berada di ujung yang salah dengan hasil 4-1 melawan Empoli. Kemudian ada dua putaran tersisa di musim Serie A, termasuk pertandingan penting melawan AC Milan saat Juventus berusaha menghindari absen di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 11 musim.
Di Twitter, Juventus mengatakan akan mengajukan banding baru terhadapnya di badan olahraga top Italia.
“Apa yang ditetapkan oleh keputusan kelima dalam masalah ini, yang dimulai lebih dari setahun yang lalu, menimbulkan kepahitan yang besar di klub dan jutaan pendukungnya, dengan tidak adanya aturan yang jelas. Sanksi yang tampaknya tidak memperhitungkan prinsip proporsionalitas,” tambah Juventus seperti dilansir ESPN pada Selasa, 23 Mei.
Pelatih Max Allegri diberikan penalti 15 poin pada Januari dan beberapa anggota mantan dewan Juventus juga diberikan larangan dari kegiatan sepak bola, termasuk mantan presiden Andrea Agnelli.
Tapi hukuman ditangguhkan oleh pengadilan olahraga tertinggi negara itu dalam Komite Olimpiade Italia dan dirujuk kembali ke pengadilan banding federasi sepak bola untuk sidang baru.
Selama sidang tiga jam, pada Senin kemarin, jaksa federasi Giuseppe Chine meminta penalti 11 poin untuk Juventus. Dan akhirnya dì putusan hakim, Si Nyonya Tua dihukum 10 poin.
Untuk tujuh mantan direktur Juventus, termasuk Pavel Nedvěd, tetapi mereka dibebaskan. Banding Agnelli dan tiga lainnya ditolak bulan lalu.(maq)
Si Nyonya Tua Dihukum Pengurangan 10 Poin
