edisiana.com – Inter Milan menyabet gelar Serie A , kali ke-20 klub setelah mengalahkan rival sekotanya AC Milan 2-1 pada Selasa, 23 April.
Dalam laga ini sempat tersulut emosi sebelum pertandingan dimulai.Pemain masing-masing tim dikeluarkan dari lapangan.
Inter unggul terlebih dahulu pada menit ke-18 ketika Benjamin Pavard menyambut umpan sepak pojok Federico Dimarco dan disundul oleh Acerbi yang tidak terkawal dari jarak dekat.
Lautaro Martínez seharusnya bisa menggandakan keunggulan Inter tujuh menit kemudian ketika ia juga tidak terkawal. Namun sang pencetak gol terbanyak di liga itu melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar gawang dari jarak dekat.
Milan mendapatkan kepercayaan diri dari kegagalan itu dan Rafael Leão memiliki peluang besar untuk menyamakan kedudukan menyusul serangan balik cepat dari Tomori. Sayang ia melepaskan tembakan tepat ke arah kiper Inter, Yann Sommer.
Thuram nyaris menggandakan keunggulan Inter, namun sepakannya masih membentur tiang jauh.
Itu adalah aksi end-to-end dan kapten Milan Davide Calabria juga memaksa Sommer melakukan penyelamatan hebat di akhir babak pertama.
Babak kedua dimulai ketika Thuram berlari menyambut umpan panjang Alessandro Bastoni. Lalu melakukan tipuan untuk memotong dari kiri di sepanjang tepi kotak penalti dan membobol ke sudut dekat bawah.
Terjadi akhir yang menegangkan setelah Milan membalaskan satu gol 10 menit menjelang pertandingan usai. Sommer melakukannya dengan brilian untuk menepis sundulan Mattia Gabbia ke tiang gawang.
Namun Fikayo Tomori membalaskan satu gol untuk AC Milan di menit ke-80. Tomori lalu merebut bola dan berlari untuk menyamakan kedudukan yang akan mencegah Inter mengamankan gelar. Tapi tidak membuahkan hasil.
Kemarahan berkobar, perkelahian terjadi di masa tambahan waktu dan pemain Milan Théo Hernandez dan bek Inter Denzel Dumfries dikeluarkan dari lapangan. Calabria juga mendapat kartu merah beberapa saat kemudian menyusul perkelahian lainnya.
Hasil ini Inter sudah mengumpulkan 86 poin, unggul 17 poin dari Milan dengan lima pertandingan tersisa musim ini.
Inter terakhir kali memenangkan liga pada musim 2020-21. Tapi gagal mengulangi performa tersebut dalam dua tahun berikutnya.
Mereka hanya menyaksikan Milan dan Napoli berjaya masing-masing pada 2021-22 dan 2022-23. Kali ini, tim asuhan Simone Inzaghi tampil dominan.
Sang peraih Scudetto mencetak gol terbanyak di Serie A dan juga memiliki pertahanan paling tangguh. Itu merupakan gelar Serie A pertama bagi Inzaghi, yang melatih Lazio sebelum pindah ke Inter pada tahun 2021.(maq)
