Bos Everton Minta Pengadilan Banding Cepat Mengumumkan Putusannya

Sean Dyche. Foto: Sport

edisiana.com – Sean Dyche memohon putusan banding terhadap penghukuman pengurangan 10 poin terhadap tim Everton segera diselesaikan. Hal itu demi kebaikan sepak bola yang lebih besar.

Everton kehilangan poin pada bulan November untuk musim yang berakhir pada angka keuangan 2021-22. Di bulan Januari bukan hanya Everton tapi juga Nottingham Forest didakwa dengan lebih banyak pelanggaran PSR.

Klub Merseyside mengajukan banding terhadap sanksi tersebut , yang merupakan yang terbesar dalam sejarah Liga Premier. Dyche mengatakan pada hari Kamis kemarin bahwa lambatnya kemajuan proses peradilan membingungkan beberapa tim di divisi tersebut.

“Kami belum mendapatkan petunjuknya, atau saya pasti belum mendapatkannya saat ini. Pedomannya untuk mengambil keputusan sudah ada pada akhir bulan ini, jadi kita hanya perlu menunggu dan melihat,” terang Dyche dinukil dari ESPN pada hari ini.

“Saya tidak tahu legalitas banding tapi ini demi kepentingan semua orang untuk penyelesaian cepat. Pertama kepentingan kita sendiri. Tapi demi kebaikan sepak bola, semua orang menggaruk-garuk kepala dan bertanya-tanya,” tambahnya menjelaskan.

“Selama periode itu, Anda masih melihat klasemen liga di mana mereka langsung mengambil 10 poin dan Anda tidak tahu apa yang terjadi dengan 10 poin itu,” sambungnya.

Menurut dia, hal itu sangat membantu jika dilakukan secepatnya. “Tapi saya tidak tahu bagaimana proses hukumnya dan mengapa prosesnya memakan waktu begitu lama,” ujar dia.

Peraturan Liga Premier menetapkan bahwa sebuah klub tidak boleh kehilangan lebih dari £105 juta ($133,6 juta) selama periode tiga tahun.

Everton berada di urutan ke-17 dalam klasemen, hanya unggul dari Luton Town di zona degradasi karena selisih gol. Jika banding mereka terhadap penalti 10 poin berhasil, Everton akan berada di urutan ke-12.(maq)

Exit mobile version