edisiana.com – Atlético Madrid tidak memberi ruang bagi kejutan. Di Estadi Montilivi, pasukan Diego Simeone menundukkan Girona yang tengah limbung dengan kemenangan meyakinkan 3-0, hasil yang menegaskan perbedaan kelas di antara kedua tim.
Girona sempat menyalakan secercah optimisme setelah kemenangan langka mereka di kandang Real Sociedad pekan lalu. Namun dalam pertandingan pada Ahad malam harapan itu hanya bertahan 13 menit.
Sebuah kegagalan dalam menghalau bola dimanfaatkan Koke dengan sempurna. Sang kapten melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti—sebuah gol indah yang langsung membungkam stadion.
Tuan rumah mencoba bereaksi.
Pada menit ke-22, Jan Oblak dipaksa menunjukkan refleks kelas dunianya saat menggagalkan peluang berbahaya, menjaga keunggulan Atleti tetap utuh. Momen itu menjadi titik balik, karena Girona tak pernah benar-benar bangkit.
Menjelang jeda, Atleti menggigit lagi. Conor Gallagher menggandakan keunggulan lewat sepakan melambung dari sisi kiri kotak penalti. Paulo Gazzaniga hanya bisa terpaku melihat bola bersarang di gawangnya.
Babak kedua berlangsung dengan intensitas lebih tinggi dari Girona, tetapi tanpa ketajaman. Hugo Rincón dan Álex Moreno mencoba, namun semua usaha mereka berhenti sebelum benar-benar mengancam dominasi tim tamu.
Dan seperti penutup yang sempurna, Antoine Griezmann menorehkan tanda tangannya di masa tambahan waktu
Ia memulai pergerakan, menyelesaikannya sendiri, dan menaklukkan Gazzaniga dari sudut sempit dengan sentuhan khas seorang bintang.
Atleti pulang dengan tiga poin tanpa cela. Girona, sebaliknya, kembali dihadapkan pada realitas pahit perjuangan di papan bawah LaLiga. (maq)
