Cannavaro Siapkan “Perangkap” untuk Ronaldo di Laga Uzbekistan Vs Portugal

Cannavaro saat mengalami pemain Uzbekistan. Foto: via MD

edisiana.com – Fabio Cannavaro, pelatih Uzbekistan, menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan rencana khusus untuk meredam Cristiano Ronaldo saat menghadapi Portugal pada Rabu, 25 Juni 2026, di Stadion Houston.

Pelatih asal Italia itu bukan sosok sembarangan. Cannavaro memiliki pengalaman segudang di level tertinggi sepak bola, termasuk mengangkat trofi Piala Dunia 2006 bersama Italia.

Penampilan gemilangnya pada tahun tersebut juga mengantarkannya meraih Ballon d’Or, sebuah pencapaian langka bagi seorang bek, sebelum melanjutkan karier bersama Real Madrid.

Jelang laga krusial ini, Cannavaro mengakui bahwa menghentikan Ronaldo tetap menjadi tantangan besar meski sang penyerang telah memasuki fase akhir kariernya.

BACA JUGA:  Uruguay, Kolombia, dan Paraguay Lolos ke Piala Dunia 2026, Peru Tersingkir

Menurutnya, pemain berusia 41 tahun itu masih mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu momen.

Pertemuan di Houston menghadirkan nuansa khusus karena mempertemukan dua figur yang pernah mengenakan seragam putih Real Madrid.

Melansir MD, menyebutkan Cannavaro dan Ronaldo sama-sama merupakan bagian dari sejarah Los Blancos, meski berasal dari generasi yang berbeda.

Laga ini juga berpotensi menjadi salah satu penentu masa depan Portugal di Piala Dunia 2026. Jika Ronaldo mampu membawa timnya melangkah jauh, ia akan semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah turnamen.

BACA JUGA:  Kisah Endrick, Pemain Bintang Madrid (Bagian-1): Usia 8 Tahun Sudah Dipantau Klub-klub Top

Sebaliknya, jika Uzbekistan berhasil membuat kejutan, nama Cannavaro akan mendapat sorotan besar berkat keberhasilannya merancang strategi untuk menghentikan salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Dengan pengalaman, karakter kompetitif, dan reputasi besar yang dimiliki kedua tokoh tersebut, duel di Houston bukan sekadar pertemuan Uzbekistan melawan Portugal.

Ini adalah pertarungan dua legenda Real Madrid yang sarat gengsi, taktik, dan emosi, dengan satu tujuan yang sama: menjaga mimpi tetap hidup di panggung terbesar sepak bola dunia.(maq)