Bola  

Ditahan Imbang Sassuolo, Mimpi Juventus ke Liga Champions Kian Suram

Pemain Juventus bersedih karena gagal memanfaatkan peluang. Foto: via MD

edisiana.com – Juventus kembali terpeleset di momen yang paling krusial. Di hadapan publik Turin, Si Nyonya Tua hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Sassuolo, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan dalam perburuan tiket Liga Champions.

Tim besutan Luciano Spalletti datang dengan ambisi besar untuk menembus empat besar Serie A, namun justru harus menerima kenyataan pahit: langkah mereka tertahan, peluang terlewat.

Bianconeri sebenarnya memulai laga dengan otoritas. Di babak pertama, mereka unggul lebih dulu melalui aksi Kenan Yildiz.

Sang talenta muda memanfaatkan serangan balik cepat yang dibangun oleh Francisco Conceição, sebelum melepaskan tembakan tajam ke sudut kanan bawah. Gol yang mencerminkan efektivitas—dan harapan.

Namun seperti yang kerap terjadi musim ini, Juventus gagal menjaga momentum.
Sassuolo bangkit selepas jeda.

Kombinasi kualitas dan ketenangan menjadi kunci, saat Domenico Berardi mengirim umpan berbahaya ke dalam kotak penalti.

Di sana, Andrea Pinamonti muncul tanpa cela, menuntaskan peluang dengan sepakan ke sudut kanan bawah yang tak terjangkau.

Gol itu mengubah arah pertandingan—dan mentalitas kedua tim. Juventus mencoba merespons. Tekanan demi tekanan dilancarkan, peluang demi peluang tercipta.

Namun, ketajaman mereka tumpul di saat penentuan, sementara di bawah mistar, Arijanet Muric tampil bak tembok yang tak tergoyahkan.

Salah satu momen paling mencolok datang ketika Jérémie Boga mengancam dengan tembakan ke tengah gawang, namun Muric dengan sigap menepisnya—simbol dari malam frustrasi Juventus.

Hasil ini bukan sekadar angka di papan skor. Ini adalah pukulan dalam perburuan posisi empat besar.

Kini, bayang-bayang datang dari tim lain. Como yang dilatih Cesc Fàbregas memiliki peluang emas untuk menjauh.

Dengan poin yang sama, kemenangan atas Pisa malam ini bisa membawa mereka unggul tiga angka—dan semakin menekan Juventus.

Di titik ini musim, setiap kesalahan terasa mahal. Dan Juventus baru saja membayar harganya.(maq)

Exit mobile version