edisiana.com – Athletic Bilbao menolak mati. Dalam malam Eropa yang tampak kelam, Los Leones bangkit dengan keberanian khas San Mamés dan mencuri kemenangan heroik 2-3 di kandang Atalanta. Liga Champions masih hidup.
Dan Bilbao merayakannya dengan darah, keringat, dan determinasi. Datang ke Bergamo dalam kondisi pincang, Athletic kehilangan banyak pilar. Parahnya lagi, mereka tertinggal lebih dulu.
Gianluca Scamacca menghukum pertahanan Bilbao lewat sundulan jarak dekat ke sudut kiri bawah, memanfaatkan umpan silang Nicola Zalewski. Babak pertama milik Atalanta. Athletic? Terpojok.
Babak kedua dimulai dengan tekanan tuan rumah. Davide Zappacosta nyaris menggandakan keunggulan, tapi Unai Simón berdiri sebagai tembok terakhir. Penyelamatan itu menjadi titik balik.
Dari bara itu, Athletic menyala.Gorka Guruzeta menyamakan kedudukan. Tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti meluncur ke sudut kanan bawah. 1-1. Atalanta terdiam. Bilbao mengaum.
Tak berhenti di situ.
Nico Serrano muncul di jantung pertahanan lawan dan dengan dingin menaklukkan kiper lewat tembakan kaki kiri dari jarak sangat dekat. Athletic berbalik unggul. Drama berubah jadi mimpi buruk bagi tuan rumah.
Empat menit berselang, Robert Navarro menancapkan belati terakhir. Namanya tercatat di papan skor. 1-3. Stadion
Bergamo membeku. Atalanta sempat bernapas lewat gol Nikola Krstovic menjelang akhir laga, menerima assist Ademola Lookman. Namun semuanya sudah terlambat.
Peluit akhir berbunyi. Athletic Bilbao menang. Dengan cara penderitaan, keberanian, dan comeback yang akan dikenang. Liga Champions masih milik mereka.(maq)











