Lautaro Ukir Sejarah, Nerazzurri Sapu Bersih Italia

Lautaro merayakan gol kemenangan Piala Coppa Italia. Foto: via MD

edisiana.com – Inter Milan menutup musim dengan cara yang nyaris sempurna. Setelah memastikan Scudetto sepuluh hari lalu, pasukan Cristian Chivu kembali berpesta di Roma usai menaklukkan Lazio 2-0 di final Coppa Italia, Rabu malam (13/4/2026), untuk mengamankan gelar domestik ganda.

Musim lalu, Nerazzurri bermimpi meraih treble. Namun segalanya runtuh setelah dihancurkan PSG di final Liga Champions.

Kekalahan itu menandai akhir era Simone Inzaghi di Giuseppe Meazza. Kini, di tangan Cristian Chivu, Inter bangkit dengan karakter baru: lebih lapar, lebih solid, dan mematikan.

Di Stadio Olimpico, Inter langsung mengambil alih kendali permainan sejak menit pertama. Penguasaan bola mutlak berada di kaki mereka, sementara Lazio dipaksa bertahan di area sendiri hampir sepanjang babak pertama.

BACA JUGA:  PSG Cuma Butuh Tujuh Poin untuk Kunci Gelar

Ancaman pertama datang melalui sundulan Lautaro Martínez, sebelum kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-14.

Federico Dimarco mengirim sepak pojok melengkung yang disambut Marcus Thuram. Bola kemudian mengenai Adam Marusic dan berbelok masuk ke gawang sendiri dari jarak dekat.

Gol itu membuat Inter semakin percaya diri. Kombinasi agresivitas dan pressing tinggi mereka membuat Lazio kesulitan keluar dari tekanan.

Gol kedua lahir dari kesalahan fatal Nuno Tavares. Denzel Dumfries merebut bola di luar kotak penalti sebelum mengirim umpan matang kepada Lautaro Martínez.

BACA JUGA:  PSG Hancurkan Harapan City Menang 4-2

Sang kapten tanpa ampun mendorong bola ke gawang kosong untuk mencetak gol bersejarah yang memastikan trofi Coppa Italia jatuh ke tangan Nerazzurri.

Lazio mencoba merespons selepas jeda. Tijjani Noslin sempat mengancam lewat tembakan yang tipis melebar, disusul peluang Kenneth Taylor yang gagal dimaksimalkan.

Namun tim asuhan Maurizio Sarri kehilangan ketajaman di sepertiga akhir lapangan.

Peluang terbaik Biancocelesti hadir lewat Boulaye Dia. Akan tetapi, Josep Martínez tampil luar biasa dengan penyelamatan refleks yang menjaga keunggulan Inter tetap aman.

Peluit panjang akhirnya mengonfirmasi dominasi Inter di kompetisi domestik musim ini.

Melansir ESPN, dua trofi dalam sepuluh hari menjadi bukti bahwa proyek baru Cristian Chivu langsung berjalan sempurna.

BACA JUGA:  Bellingham Jadi Pahlawan, Kane Pastikan Kemenangan Inggris

Dari mimpi buruk di final Liga Champions musim lalu, kini Inter kembali berdiri di puncak Italia. Dan semuanya terasa baru saja dimulai.(maq)