edisiana.com – Kemenangan Liverpool 2-1 di kandang Tottenham Hotspur meninggalkan rasa pahit. Tiga poin dibawa pulang dari London utara, tetapi satu bintang jatuh di medan perang. Alexander Isak menjadi pahlawan sekaligus korban.
Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, penyerang asal Swedia itu langsung mengubah jalannya laga.
Menit ke-56, dengan tenang dan dingin, Isak menghukum Spurs yang bermain dengan 10 orang. Gol bersih. Gol kelas dunia. Gol yang membungkam stadion.
Namun euforia itu hanya bertahan sesaat.
Tak lama setelah mencetak gol, Isak terkapar. Benturan keras dengan bek Tottenham, Micky van de Ven, di dalam kotak penalti membuat lutut kanannya bermasalah.
Wajahnya menunjukkan rasa sakit. Isyarat buruk. Sang penyerang tak mampu melanjutkan laga dan harus ditarik keluar.
Alarm darurat berbunyi di Anfield.
“Untungnya dia mencetak gol. Gol yang bagus, dibantu oleh Florian Wirtz,” kata Arne Slot kepada ESPN.
Namun nada sang manajer jelas mengandung kekhawatiran. “Biasanya, pemain yang mencetak gol lalu mengalami cedera seperti ini butuh waktu lama untuk kembali,” tambahnya.
“Ini hanya firasat. Saya belum punya informasi medis. Saya bahkan belum sempat berbicara dengannya.”
Liverpool menang. Tapi pertanyaannya kini lebih besar dari skor: Seberapa lama Isak akan absen? Jawabannya bisa menentukan arah musim The Reds.(maq)










