Pep Akui City Berat Pertahanankan Gelar Liga Inggris

Pep Guardiola memegang kening usai timnya dibobol Wolves. Foto: Daylimail

edisiana.com – Pep Guardiola mengakui timnya sangat berat untuk mempertahankan gelar Liga Inggris musim ini. Mengingat sejumlah klub lain juga sudah bangkit.

City terakhir kali kalah dalam dua pertandingan liga berturut-turut pada tahun 2018. Dan akan berusaha menghindari kekalahan ketiga melawan Brighton asuhan Roberto De Zerbi pada malam ini.

Tim ini, lawan yang dianggap Guardiola sebagai salah satu lawan terberat di divisi ini.

Pelatih asal Catalan itu menegaskan para pemainnya cukup rendah hati untuk kembali meraih prestasi setelah meraih Treble bersejarah. Tapi ia juga memperingatkan bahwa mereka tidak boleh menyerah lebih jauh dari rival mereka.

“Kami harus mengakui bahwa kami harus menghentikannya dengan cepat karena di Premier League jika Anda tidur sebentar, tidur siang setelah makan siang, maka lawan akan terbang,” kata Guardiola dikutip dari Daylimail pada Sabtu ini.

“Akan sulit untuk menangkap mereka. Setiap musim menjadi lebih sulit. Kita harus menerima dan memahami bahwa tantangannya lebih besar dari sebelumnya. Kami harus menerima bahwa pemain lain lebih baik dan kami harus meningkatkannya,” tambahnya.

Bos City sangat memuji De Zerbi, yang telah menjalin ikatan dengannya. Pelati Italia berusia 44 tahun itu dianggap sebagai favorit untuk menggantikan Guardiola, yang kontraknya akan berakhir dalam 18 bulan.

Guardiola bersikeras pada hari Jumat bahwa dia tidak akan menentukan pilihan pemain berikutnya.”Bila ketua menanyakan pendapat saya, saya akan memberikan pendapat saya, tetapi itu bukan urusan saya,” tambahnya.

“Saya bukan direktur olahraga. Bukan tanggung jawab saya untuk mengatakan apa yang benar atau salah. Saya yakin Roberto bisa berlatih di tim mana pun di seluruh dunia. Saya tidak ragu,” ucapnya.

Menurut Pep, Roberto mengubah Brighton menjadi klub top. Yang menampilkan permainan bagus untuk ditonton.

“Semua yang dia lakukan masuk akal. Kesuksesannya bukanlah sebuah kejutan. Mereka unik. Saya mengaguminya karena tidak peduli di tim mana dia berada, dia membuktikan bahwa tidak harus memiliki pemain top dan luar biasa untuk bermain sesuai keinginannya,” pungkasnya.(maq)

Exit mobile version