Glimt Hancurkan Sturm Graz 5-0, Celtic Gagal Menang dan Fans Teriakkan Rodgers Mundur

Pemain Glimt merayakan gol mereka. Foto: via BBC

edisiana.com – Bodø/Glimt tampil gemilang dalam laga kualifikasi Liga Champions pada Kamis (21/8) dini hari WIB. Bermain di kandang sendiri, Stadion Aspmyra, klub asal Norwegia itu menghancurkan tim tamu SK Puntigamer Sturm Graz dengan skor telak 5-0.

Meski tampil kurang meyakinkan di awal laga dan sempat digempur oleh Sturm Graz, Glimt mampu bangkit dan tampil dominan. Kiper Nikita Haikin menjadi pahlawan pada menit-menit awal setelah menggagalkan peluang tim tamu.

Tuan rumah mulai mengambil alih permainan dan langsung membuka keunggulan pada menit ke-7 lewat gol Kasper Høgh, yang memanfaatkan umpan manis dari Jens Petter Hauge. Hanya tiga menit berselang, giliran Odin Bjørftuft mencetak gol kedua melalui sundulan setelah menerima assist dari Patrick Berg lewat skema sepak pojok.

Keunggulan 2-0 tak membuat Glimt mengendurkan serangan. Di menit ke-28, Ulrik Saltnes mencetak gol ketiga lewat tembakan akurat dari dalam kotak penalti ke sudut kiri bawah gawang. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Glimt terus menunjukkan dominasinya. Håkon Evjen menambah keunggulan pada menit ke-63 setelah memanfaatkan umpan dari Fredrik Bjørkan. Petaka bagi Sturm Graz datang jelang akhir laga saat William Bøving mencetak gol bunuh diri yang menggenapkan skor menjadi 5-0 untuk tuan rumah.

Celtic Gagal Menang, Rodgers Diteriaki Fans

Sementara itu, hasil berbeda dirasakan oleh Celtic yang harus puas bermain imbang 0-0 melawan klub Kazakhstan, Kairat, di Glasgow. Hasil ini membuat peluang mereka untuk lolos ke fase grup Liga Champions menjadi sulit.

Pertandingan yang berlangsung di hadapan pendukung sendiri justru berujung pada kekecewaan. Suporter Celtic bahkan mulai meneriakkan seruan agar manajer Brendan Rodgers mundur, mencerminkan ketidakpuasan terhadap performa tim maupun minimnya pergerakan di bursa transfer.

Dengan hasil imbang tanpa gol ini, menurut BBC, Kairat kini mengantongi kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi leg kedua di Almaty pekan depan. Sementara bagi Celtic, potensi kehilangan hadiah senilai £40 juta dari partisipasi di Liga Champions kini menjadi ancaman serius.(maq)

Exit mobile version