edisiana.com – FIFA menuai kritik setelah tidak memberikan penghargaan bola emas kepada Lionel Messi. Keputusan tersebut dinilai mengabaikan kontribusi besar kapten Timnas Argentina yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Messi, peraih delapan Ballon d’Or, sukses membawa Argentina melaju hingga babak semifinal. Dalam perjalanan itu, pemain berusia 39 tahun tersebut mencetak delapan gol dan menyumbang empat assist. Penampilannya juga membuat Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik kedua turnamen.
Jurnalis TyC Sports, Antonio Serpa, menilai keputusan FIFA memberikan penghargaan kepada Rodri menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap pencapaian Messi.
“Memberikan penghargaan kepada Rodri hampir merupakan penghinaan. Itu menunjukkan kurangnya kepekaan,” ujar Serpa dinukil dari MetroSports pada hari ini.
Meski demikian, Serpa menegaskan kritiknya bukan ditujukan kepada kualitas Rodri sebagai pemain.
“Bukan karena pemain Spanyol itu pemain yang buruk, tetapi semata-mata karena Lionel Messi adalah jantung dan jiwa Argentina serta turnamen ini,” lanjutnya.
Serpa juga mempertanyakan dasar penilaian FIFA dalam menentukan penerima penghargaan individu. Menurutnya, jika penghargaan diberikan semata-mata berdasarkan status juara, maka kriteria tersebut perlu dievaluasi kembali.
“Kalau kriterianya adalah memberikan penghargaan kepada para pemenang, maka Infantino dan timnya perlu diberi tahu. Sebab sepak bola dimenangkan dengan gol, bukan umpan,” tegasnya.(maq)
