Dr. Suzanne Huurman di Momen Bersejarah Curaçao di Piala Dunia 2026

Suzanne Huurman, dokter cantik yang setia mendampingi timnas Curacao di Piala Dunia. Foto: via BBC

edisiana.com – Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita menarik, salah satunya datang dari Curaçao. Negara kepulauan kecil di kawasan Karibia itu untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Curaçao, mengingat mereka harus bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola lebih kuat.

Namun, keberhasilan Curaçao tidak hanya menarik perhatian karena pencapaian di lapangan. Sorotan juga tertuju pada sosok Dr. Suzanne Huurman, kepala staf medis tim nasional putra Curaçao yang mencatatkan sejarah tersendiri di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Menurut informasi yang disampaikan FIFA, Dr. Huurman menjadi satu-satunya perempuan yang menjabat sebagai kepala staf medis di Piala Dunia pria 2026. Bahkan, dalam sejarah turnamen yang telah berlangsung selama hampir satu abad, ia tercatat sebagai dokter perempuan ketiga yang pernah bertugas untuk tim peserta Piala Dunia putra.

BACA JUGA:  Messi Pernah Ingin Bermain di Manchester United

Sebelumnya, sejarah mencatat nama Dr. Celeste Geertsema yang mendampingi tim nasional Selandia Baru pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kehadirannya kala itu menjadikannya dokter perempuan pertama yang bekerja untuk tim putra peserta Piala Dunia. Setelah itu, muncul nama Dr. Silja Schwarz yang menjadi dokter tim nasional putra Jerman sejak tahun 2023.

Menariknya, Dr. Huurman mengaku tidak terlalu memikirkan statusnya sebagai satu-satunya kepala staf medis perempuan di Piala Dunia 2026. Baginya, kondisi tersebut sudah menjadi hal yang cukup biasa dalam perjalanan kariernya.

“Awalnya saya tidak menyadarinya karena sudah sangat normal untuk menjadi satu-satunya, atau salah satu dari sedikit, wanita di ruangan itu,” ujarnya dikutip dari BBC pada hari ini.

Meski demikian, ia berharap semakin banyak perempuan mendapatkan kesempatan yang sama di dunia olahraga profesional.

BACA JUGA:  Newcastle Menang, Marcus Rashford Tidak Berkutik

“Namun saya berharap segera melihat lebih banyak perempuan karena ada banyak perempuan di luar sana yang memiliki kemampuan,” tambahnya.

Karier Dr. Huurman sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata. Dokter kelahiran Brasil tersebut memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga elite. Ia pernah bekerja bersama klub-klub besar seperti Real Madrid, Go Ahead Eagles, dan PSV Eindhoven.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai kepala medis tim nasional Belanda U-16 putra serta dokter untuk tim nasional bola tangan putri Belanda.

Di sisi lain, keberhasilan Curaçao lolos ke Piala Dunia juga menjadi kisah inspiratif. Dengan populasi sekitar 158 ribu jiwa, Curaçao merupakan salah satu wilayah terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Pulau yang merupakan bagian dari Kerajaan Belanda itu berhasil menembus turnamen setelah menjalani babak kualifikasi tanpa kekalahan, mencatat tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang.

BACA JUGA:  Inter Miami Tumbang 3-0 di Markas Charlotte FC, Penalti Gagal Messi Jadi Titik Balik

Kisah Curaçao menunjukkan bahwa keterbatasan ukuran wilayah maupun jumlah penduduk bukanlah penghalang untuk meraih prestasi besar. Sementara itu, kehadiran Dr. Suzanne Huurman menjadi simbol penting bahwa kompetensi dan profesionalisme tidak mengenal batas gender.

Piala Dunia 2026 pun bukan hanya menjadi panggung bagi para pemain, tetapi juga bagi sosok-sosok inspiratif yang bekerja di balik layar demi kesuksesan sebuah tim.(maq)