Guardiola Ogah Latih Skuad Jumbo: “Saya Bisa Mundur Jika Situasinya Terus Begini”

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

edisiana.com – Pep Guardiola mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ukuran skuad Manchester City yang dinilainya terlalu besar. Pelatih asal Spanyol itu bahkan secara terbuka menyatakan siap mundur sebagai manajer jika klub tidak mengecilkan jumlah pemain dalam skuad utama musim depan.

Manchester City baru saja menambah deretan pemain muda ke dalam skuad mereka, termasuk Abdukodir Khusanov, Savinho, James McAtee, dan Claudio Echeverri. Bahkan nama seperti Rico Lewis sempat tidak masuk dalam daftar 20 pemain saat hari pertandingan tengah pekan lalu.

Meski saat ini City berada di peringkat ketiga Liga Premier dan hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions, Guardiola merasa terlalu banyak pemain membuat pekerjaannya sebagai pelatih menjadi tidak nyaman.

BACA JUGA:  Maaf, PSG! Rashford Tidak Dijual

“Saya sudah katakan kepada klub bahwa saya tidak menginginkan skuad yang besar,” tegas Guardiola seperti dinukil dari BBC pada Rabu, 21 Mei.

“Saya tidak ingin meninggalkan lima atau enam pemain di lemari es. Saya tidak menginginkan itu. Saya akan berhenti. Jika klub membuat skuad yang lebih pendek, saya akan bertahan,” imbuhnya.

Guardiola mengaku merasa terbebani secara emosional saat harus mencoret sejumlah pemain hanya karena keterbatasan tempat di dalam tim pada hari pertandingan.

BACA JUGA:  Indonesia Tunggu Malaysia Atau Thailand di Semifinal Piala AFF

“Sebagai manajer, saya tidak bisa melatih 24 pemain dan harus memberi tahu empat, lima, enam pemain untuk tinggal di rumah karena mereka tidak bisa masuk skuad. Itu menyakitkan,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun di awal musim City sempat kesulitan akibat cedera dan keterbatasan pemain bertahan, kondisi saat ini sangat berbeda dan membuatnya berpikir keras untuk musim depan.

“Musim depan tidak bisa seperti ini lagi. Saya sudah beri tahu klub. Ini tidak akan terjadi. Saya tidak ingin melihat pemain hanya duduk di tribun tanpa kesempatan bermain,” tutup Guardiola.

BACA JUGA:  Duel Terbuka, Arsenal Versus Brighton 1-1

Pernyataan Guardiola menandai sebuah teguran serius terhadap kebijakan transfer klub dan menyoroti dilema pelatih dalam mengelola skuad bertalenta yang jumlahnya melimpah. Kini, keputusan ada di tangan manajemen Manchester City—menyusutkan skuad atau kehilangan pelatih tersukses dalam sejarah klub.(maq)