edisiana.com – Bintang tenis dunia, Simona Halep kembali dituduh melakukan doping. Kali ini juara Grand Slam itu ketahuan saat mengikuti turnamen Tenis Terbuka di Amerika Serikat.
Halep sudah diskorsing sejak Oktober tahun lalu karena dinyatakan positif menggunakan zat terlarang roxadustat di AS Terbuka. Roxadustat merangsang produksi hemoglobin dan sel darah merah.
Melalui media sosial Halep, dia menuduh Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA) melakukan pelecehan terhadap dirinya. “Tuduhan ini seakan saya bersalah atas sesuatu yang tidak pernah saya lakukan,” ujar dia dikutip Daylimail pada Ahad ini.
“Sejak 7 Oktober, ketika saya didakwa oleh ITIA atas dugaan doping, saya mengalami mimpi terburuk yang pernah saya alami dalam hidup saya,” imbuhnya.
“Tidak hanya nama saya dikotori dengan cara yang paling buruk, tetapi saya menghadapi tekanan terus-menerus dari ITIA untuk alasan yang tidak dapat saya mengerti untuk membuktikan kesalahan saya. Bahkan tidak pernah berpikir untuk mengambil zat terlarang apa pun,” sambungnya lagi dì Medsos.
Anehnya, tambah Helep, Pengadilan Independen dan ITIA terus menemukan alasan untuk menunda.
“Sekarang kami telah dengan jelas menetapkan bahwa saya telah menjadi korban kontaminasi, mereka datang dengan apa yang disebut evolusi darah saya yang tidak normal. Tiga ahli terkenal dunia yang telah mempelajari tes darah saya sangat jelas bahwa darah saya tidak sepenuhnya normal,” jelasnya.
Satu-satu harapan, lanjutnya, pada saat ini, adalah mengusulkan hakim yang independen dan tidak memihak di Pengadilan. “Yang memberi saya kesempatan untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah,” tegasnya.(maq)
Juara Grand Slam Dituduh Pakai Doping
