edisiana.com – Manchester membara. Etihad bersiap. Dan kabar terbaik datang dari ruang medis City. Pep Guardiola akhirnya memberikan sinyal yang ditunggu-tunggu publik biru langit: Erling Haaland FIT. Siap. 100 persen.
Sang predator Norwegia sempat membuat cemas setelah mengalami cedera dalam laga kandang Liga Premier melawan Fulham F.C. pada 11 Februari. Ia bahkan absen ketika City menyingkirkan Salford City F.C. di ajang FA Cup akhir pekan lalu.
Namun jelang duel panas kontra Newcastle United F.C., Guardiola hanya perlu satu gestur: anggukan. Itu cukup. Mesin golnya kembali hidup.
Tak hanya Haaland. Savinho juga telah pulih dan siap turun. Satu-satunya yang masih menepi adalah Jeremy Doku.
Haaland bukan sekadar kembali. Ia kembali dengan sejarah yang belum lama ia tulis.
Awal bulan ini, ia menjadi tokoh utama saat City mempermalukan Liverpool F.C.
Peluang Emas Pangkas Jarak
Situasi klasemen semakin menggoda. Setelah Arsenal F.C. terpeleset di kandang Wolverhampton Wanderers F.C. tengah pekan ini, City melihat celah.
Kemenangan atas Newcastle di Etihad, Sabtu malam nanti, bisa memangkas jarak menjadi hanya dua poin — dengan satu pertandingan di tangan. Tekanan kini berpindah.
Namun Guardiola menolak euforia. “Seperti yang saya katakan sebelumnya. Jadi Newcastle adalah satu-satunya kekhawatiran saya,” tegasnya, dikutip dari MetroSports.
Sementara Newcastle datang dengan performa yang solid. Mereka bukan tamu biasa. Intensitas tinggi, transisi cepat, dan keberanian menekan membuat laga ini jauh dari kata mudah.
Guardiola tahu: perburuan gelar tidak dimenangkan dengan melihat klasemen. Ia dimenangkan dengan menghormati lawan berikutnya.
Sabtu malam di Etihad bukan sekadar pertandingan. Ini tentang momentum. Ini tentang tekanan.(maq)










