Forest Melawan Prediksi, Liverpool Melawan Krisis

Wood selebrasi usai mencetak gol kemenangan Forest. Foto: via BBC

edisiana.com – Nottingham Forest datang ke Anfield akhir pekan ini bukan sekadar bertandang—mereka seperti masuk ke rumah hantu yang dihuni Liverpool. Lengkap dengan atmosfer yang menelan lawan satu per satu. Misi mereka? Hampir mustahil.

Bahkan para pendukung paling optimistis pun mungkin mencubit diri sendiri sebelum berani bermimpi.

The Tricky Trees tiba di Merseyside sambil terseok-seok di posisi ke-19 klasemen Liga Premier. Musim ini baru berjalan, tapi Forest sudah memecat dan mengganti pelatih tiga kali hanya dalam 11 pertandingan.

Sebuah kekacauan yang layak masuk museum ketidakstabilan. Kini Sean Dyche, sosok berwajah baja dan suara menggelegar, mencoba merapikan puing-puing itu.

BACA JUGA:  Begini Ritual Manajer Liverpool Sebelum Pertandingan

Namun, di balik pintu tertutup, ada percikan harapan. Kemenangan atas Leeds United sebelum jeda internasional memberi sedikit napas bagi Forest.

Dan sebuah kemenangan yang terasa seperti seteguk air di gurun. Dyche tahu, kemenangan itu adalah bahan bakar terakhir untuk mencoba menyalakan api di Anfield.

Di sisi lain, Liverpool juga tidak tampil layaknya juara bertahan. The Reds sedang goyah—dan goyangannya keras. Lima kekalahan dari enam pertandingan terakhir membuat tim Arne Slot merosot ke posisi delapan, memicu alarm darurat di seluruh kota.

BACA JUGA:  Romero dan Celso Terancam Kena Denda karena Melanggar Aturan Klub

Anfield menuntut respons, dan biasanya… respons itu datang dalam bentuk badai merah. Statistik? Mereka lebih menyeramkan daripada kabut Merseyside.

Forest sudah kalah enam kali beruntun saat bertandang ke juara bertahan Liga Primer, dan dalam prosesnya kebobolan 24 gol. Dua puluh empat!

Dan musim ini, catatan tandang mereka benar-benar menjerit: tanpa satu pun kemenangan di semua kompetisi, termasuk lawatan tak berbuah ke Swansea City, Real Betis, dan Sturm Graz.

Kini Forest datang ke Anfield, stadion yang bisa mengubur harapan dalam 90 menit. Dyche dan pasukannya boleh bermimpi, tapi sejarah, atmosfer, dan realitas memukul meja keras-keras: Liverpool tetap favorit absolut.

BACA JUGA:  Spanyol Juara Grup B Tanpa Terkalahkan

Inilah panggungnya. Inilah gempanya. Forest melawan prediksi, Liverpool melawan krisis. Dan Anfield? Ia hanya menunggu korban berikutnya.(maq)