Beda Visi Sama Pemilik Brighton, De Zerbi Pilih Keluar

Klopp dan De Zerbi di pertemuan pertandingan sebelumnya. Foto: via MetroSports

edisiana.com – Kini penyebab kepergian mengejutkan  Roberto De Zerbi dari Brighton muali terungkap. Pelatih asal Italia berselisih pendapat dengan ketua klub Tony Bloom dalam transfer pemain.

Klub Brighton mengumumkan De Zerbi setuju bahwa dia akan meninggalkan Seagulls dengan persetujuan bersama setelah final bermain melawan Manchester United pada Ahad malam kemarin. Padahal kontrak De Zerbi baru akan berakhir pada tahun 2026.

Keluarnya mantan pelatih Shakhtar Donetsk bermula pada bulan Maret lalu. Ketika De Zerbi dikaitkan dengan tawaran di Bayern dan Liverpool.

Saat itu dia meminta pemilik sekaligus ketua Brighton, Tony Bloom, untuk melakukan pembicaraan akhir musim untuk memastikan ambisi mereka selaras.

Dan ternyata pembicaraan tersebut tidak membuahkan hasil. Kepergian De Zerbi yang mengejutkan dipahami disebabkan oleh satu masalah inti dengan Bloom.

Mereka berbeda pandangan mengenai bagaimana klub harus beroperasi di bursa transfer menjadi masalah yang tidak dapat didamaikan.

Bloom tidak mau mengalah pada prinsipnya yang telah membuat Brighton menjadi salah satu klub paling cerdas di pasar transfer. Sedangkan De Zerbi memiliki pandangannya tentang bagaimana klub harus maju.

Pelatih asal Italia itu ingin mengambil lebih banyak risiko di pasar transfer dengan merekrut pemain. Tapi hal itu tidak sejalan dengan pendekatan klub, yang akhirnya menjadi inti dari kesepakatan bersama untuk berpisah. 

Cara Brighton merekrut pemain saat ini secara garis besar terbagi dalam dua kategori. menurut The Athletic, untuk pemain berusia remaja hingga 23 tahun, klub akan mengidentifikasi pemain menggunakan bank data global Bloom.

Dan jaringan pencari bakat klub, yang akan melihat peningkatan kualitas pemain hingga dijual. Kemudian, pemain berusia 30 tahun berada di grup lain dan biasanya merupakan pemain dengan pengalaman juara dan trofi di resume mereka.

Grup ini membawa pengalaman ke dalam skuad dan membantu mendidik para pemain muda.

De Zerbi menginginkan pemain yang berada di antara dua grup inti yang memiliki medali di CV. Tetapi tentu akan membutuhkan biaya lebih banyak karena mereka sudah mendekati atau berada di puncaknya. Pendekatan ini tidak sesuai dengan model rekrutmen Brighton. 

Diyakini bahwa setelah serangkaian tiga pertemuan antara De Zerbi dan Bloom – dan dengan kepala eksekutif Paul Barber dan direktur teknis David Weir – menjadi jelas bahwa visi mereka masing-masing tidak sesuai.

Hal ini pada akhirnya menyebabkan perpecahan pada hari Sabtu pekan kemarin. Mail Sport menyebutkan meskipun sudah sepakat untuk berpisah, The Seagulls akan menerima kompensasi jika klub lain merekrut manajer mereka yang akan pergi musim panas ini.

Sementara itu, De Zerbi tidak pergi dengan bayaran apa pun.(maq)

Exit mobile version