edisiana.com – Phil Foden kala itu berada di rumah di sudut Stockport County di Edgeley Park. Usianya baru enam tahun. Berdiri sambil memegang kartu nama. Milik seorang pencari bakat sepak bola bernama Terry John.
Terry berkunjung ke rumah – rumah untuk mencari bakat pemain sepakbola. Kala itu Terry menyaksikan Foden menggiring bola melewati beberapa kerucut dan menganggap anak itu punya kelebihan.
Sejak itu membimbing Foden. Hingga Foden saat itu menjadi boy ball di Manchester City. Bahkan sampai sekarang, dia menjadi manajer bisnis Foden.
“Saya sudah mengenal Terry sepanjang hidup saya,” kata Foden dikutip dari Daylimail pada Sabtu, 20 April 2024.
Foden memulai perjalanan bola di fasilitas lama klub di Platt Lane, dekat dengan curry mile Manchester yang terkenal di Rusholme. Dari rumahnya sekitar tujuh mil.
“Itu adalah universitas tempat pendidikan. Di sanalah saya mempelajari keahlian saya,” canda Foden sambil tersenyum. Menurut dia, ia dan temannya baru bisa bermain bola bila masyarakat di sekitar lapangan selesai bermain.
Setelah bakatnya terbentuk dan jalan menuju ketenaran terpetakan, ia menuju ke City Football Academy yang modern milik klubnya. Fasilitas 16 lapangan yang luas di seberang dua jalur dari Stadion Etihad.
Dia sambilan sebagai boy ball. Dia juga sempat melemparkan bola untuk menghasilkan tendangan sudut yang menghasilkan gol penyeimbang Edin Dzeko melawan QPR.
Di mana City akhirnya memenangkan Liga Premier pertama pada tahun 2012. Kini dia menjadi pemain penting di City. Pemain reguler.
“Itu adalah hal terbesar yang terjadi dalam sejarah klub. Tanpa gol Aguero itu kami tidak akan bisa maju dan mencapai apa yang telah kami capai hari ini. Terima kasih banyak kepada Sergio Aguero untuk itu,” ucapnya.(maq/bersambung)
