edisiana.com – AC Milan kembali berjalan di atas tali rapuh. Pasukan Massimiliano Allegri tampil tanpa kepastian, tanpa konsistensi, dan kembali membayar mahal. Setelah kehilangan poin melawan Sassuolo di Serie A, kini Rossoneri harus menelan pil pahit di Supercoppa Italia. Napoli terlalu kejam, menang 2-0, dan melenggang ke final tanpa ampun.
Di Universitas King Saud, Milan sebenarnya membuka laga dengan wajah meyakinkan. Ruben Loftus-Cheek mendapat peluang emas di menit-menit awal, namun gagal mengubahnya menjadi gol. Kesempatan itu terasa seperti pertanda: Milan menyia-nyiakan, Napoli menghukum.
Dengan Romelu Lukaku yang sudah pulih namun hanya duduk di bangku cadangan, Højlund kembali dipercaya memimpin lini depan. Keputusan itu terbukti menentukan—namun bukan untuk Milan.
Napoli mulai mengambil alih. Neres mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan situasi berbahaya di kotak penalti, sesaat setelah Mike Maignan nyaris blunder akibat hilang konsentrasi saat sepak pojok. Sebelumnya, Scott McTominay sudah memberi peringatan dengan peluang yang hampir berbuah gol.
Gol pertama Napoli lahir enam menit sebelum turun minum. Milan sempat bernapas ketika tembakan Christopher Nkunku melambung tinggi.
Namun serangan balik cepat anak asuh Antonio Conte menjadi mimpi buruk. Tembakan berputar Højlund ditepis Maignan—namun bola muntah jatuh sempurna di kaki Neres. Tanpa ampun. Gol. 1-0.
Neres merayakannya di pinggir lapangan bersama Lukaku. Napoli hampir menggandakan keunggulan sebelum jeda, namun kali ini Maignan masih mampu menahan upaya Højlund.
Babak kedua tidak membuat malam Maignan menjadi lebih tenang. VAR sempat memeriksa potensi pelanggaran terhadap Matteo Politano, namun Milan lolos dari hukuman. Sayangnya, itu hanya penundaan penderitaan.
Menit ke-63 menjadi titik runtuh. Højlund akhirnya menaklukkan Maignan dengan penyelesaian kelas dunia dari sudut sempit. Gol yang mematikan. 2-0. Pertandingan selesai.
Frustrasi Milan meledak. Laga menjadi keras, tak terkendali. McTominay dan Fikayo Tomori sama-sama diganjar kartu kuning setelah benturan panas.
McTominay bahkan hampir menutup malam dengan gol lewat serangan balik cepat, tetapi tembakannya melenceng.
Tak ada lagi yang bisa dilakukan Milan. Melansir ESPN, Napoli melaju dengan kepala tegak menuju final Supercoppa Italia, menunggu Inter Milan atau Bologna.
Bagi Allegri dan Milan, ini bukan sekadar kekalahan. Ini alarm keras. Dan waktu mulai berdetak.(maq)









